Wednesday, July 26, 2017

12 Penghambat Mental Mengapa Orang Tidak Ingin Menjadi Investor Properti





Rasanya hampir semua orang tahu, atau setidaknya pernah mendengaar kalau investasi properti itu sangat dahsyat dan merupakan salah satu invesatasi terbaik yang bisa saja membuat seseorang mendapatkan financial freedom atau kaya dari investasi properti.
Namun demikian, sekalipun informasi properti sudah banyak diketahui, tidak semua orang juga mau mempelajarinya dan segera bertindak.
Berikut 12 penghambat mental mengapa orang tidak ingin menjadi investor properti.

1.    Properti itu mahal
Bagi orang yang sama sekali belum mengetahui seluk beluk properti ketika pertama kali mendengar kata properti, mungkin akan langsung punya pikiran bahwa properti itu mahal dan hanya dapat di beli orang kaya atau para pengusaha.
Masalah harga properti mahal tersebut sangat tergantung dari lokasi, kondisi, serta berbagai faktor lainnya. Dan ketika anda memutuskan berinvestasi di properti ada banyak cara yang bisa anda lakukan sekalipun uang yang anda miliki cukup terbatas.
Mulai dari strategi mencari properti murah atau hot deal, melihat potensi properti yang memberikan keuntungan, negoisasi cara pembayaran dengan penjual, sampai mengandalkan other people money (uang orang lain) seperti dari bank, pinjaman keluarga, saudara, teman bisnis kantor untuk mendanai pembelian properti.



2.    Tidak punya modal yang cukup
Seorang investor kreatif tidak mengenal kata tidak punya. Mereka selau percaya pasti bisa, investor yang bijak tidak pernah mengeluarkan uangnya sendiri untuk membeli properti.
Mereka cukup pintar memanfaatkan Other People Money (OPM) untuk membantu mereka membeli properti.

3.    Takut tidak bisa membayar cicilan pinjaman
Point yang satu ini menjadi salah satu penghambat mengapa banyak orang takut berinvesatasi di properti. Seperti yang pernah dikatakan Purdi E Chandra, kalau anda sudah takut dan banyak mikir padahal belum saja di mulai, itu artinya ada yang salah dengan otak atau mental anda.
Mempunyai segudang ide brilliant namun takut bertindak tak ada gunanya jika anda tidak segera action. Seorang pengusaha dan author Rich Dad Poor Dad Robert T Kiyosaki juga mengatakan semakin cepat anda menemukan kegagalan maka akan semakin pintar dan bijaklah anda.
Artinya tak ada kesuksesan tanpa terlebih dahulu melewati kegagalan. Untuk itu segeralah action dan hilangkan kebiasaan menunda.

4.    Menganggap utang itu buruk
Bagi banyak orang mendengar kata utang mungkin adalah sesuatu yang buruk dan bahkan tabu di mata masyarakat. Namun tahukah anda bahwa hampir semua orang sukses atau para pengusaha selalu mengandalkan utang untuk membangun bisnis mereka?
Utang sendiri dapat di bagi menjadi 2 bagian yaitu utang baik dan utang jelek atau biasa di sebut dengan  Good Debt Vs Bad Debt.


Jika anda berutang untuk tujuan konsumtif dengan membeli barang mewah seperti mobil, rumah besar, handphone mahal, tv, atau liburan itu bisa di katakan sebagai utang jelek (Bad Debt) karena tujuan konsumtif tersebut pada akhirnya akan membuat utang anda semakin menumpuk dan menjadikan kondisi keuangan anda semakin sulit.
Sebaliknya jika anda berutang untuk kebutuhan positif yang memungkinkan anda bisa mendapatkan penghasilan atau passive income seperti membeli rumah koskosan, membuka usaha, membeli rumah atau ruko untuk di sewakan maka bisa di katakan utang anda tersebut adalah utang yang baik atau Good Debt.

5.    Takut berhubungan dengan bank
Jika anda tidak terbiasa berhubungan dengan bank, mungkin anda masih merasa takut atau enggan ketika membayangkan akan meminjam uang dalam jumlah besar.
Bank sendiri merupakan partner bagi para pelaku usaha ataupun investor untuk membantu mendanai dalam menjalankan setiap usaha ataupun investasi yang mereka lakukan.
Dan perlu kita pahami sebenarnya bank sangat senang meminjamkan atau memberikan dana bagi para investor yang mempunyai integritas yang baik, dan itulah yang di harapkan oleh pihak bank bahwa semakin banyak dana kredit yang mampu mereka salurkan maka semakin besar jugalah penghasilan pihak bank.

6.    Harga sewa properti di Indonesia cukup rendah
Secara rata-rata harga sewa properti di Indonsia bisa di katakkan cukup rendah di bandingkan negara-negara maju. Namun perlu anda pahami bahwa tidak semua properti yang ROI (Return Of Investment) nya kecil atau sekitar 5% saja.
Ada banyak properti yang bisa memberikan penghasilan lebih besar, tugas anda adalah mencari properti tersebut.

7.    Gaji atau penghasilan kecil
Mungkin ini menjadi satu alasan mengapa banyak orang takut memulai investasi properti, yaitu karena gaji atau penghasilan yang kecil sedangkan harga properti sekrang cukup mahal.
Seperti yang sudah di singgung di atas, untuk membeli properti anda tidak perlu mengeluarkan uang sendiri. Ada banyak sumber pendanaan yang bisa anda manfaatkan seperti pinjaman dari keluarga, sahabat, teman bisnis, tempat kerja anda sampai dengan lembaga keuangan seperti bank.

8.    Takut tertipu
Saat anda mendengar adanya bebarapa kasus penipuan saat membeli properti, seperti adanya sertifikat palsu, sertifikat ganda, atau lahan sengketa dan sebagainya. Mungkin anda menjadi merasa takut untuk berinvestasi di properti, dan inilah salah satu yang harus kita ketahui ketika hendak mulai berinvestasi di properti.

9.    Khawatir akan mengalami kerugian
Banyak properti yang mungkin hanya memberikan kerugian atau pengeluaran yang banyak bagi pemilikinya, namun demikian ada banyak properti juga yang sangat potensial untuk di jadikan sebagai sumber penghasilan seperti menyewakan rumah tersebut kepada orang lain.

10. Takut pada istri/suami atau orang tua
Masalah yang satu ini bisa saja menjadi hambatan ketika memutuskan untuk berinvestasi di properti. Di mulai dari istri/suami yang kurang mendukung, keluarga ataupun sahabat yang mungkin mematikan niat atau mental anda untuk segera bertindak.
Untuk itu, anda harus cukup bijak dan mampu menjelaskan serta meyakinkan mereka bahwa pilihan anda adalah tepat sehingga mereka juga mendukung rencana anda.

11. Takut salah memilih lokasi
Jika anda pernah mendengar nasehat dari pakar properti bahwa salah satu faktor kunci terpenting dari properti adalah “lokasi”. Untuk masalah pemilihan lokasi anda tidak perlu khawatir, jika anda tetap berupaya untuk belajar dan terus mencoba, lama kelamaan juga anda sudah peka dan ahli melihat properti yang potensial di berbagai lokasi.

12. Cepat merasa puas
Mungkin saat ini anda sudah punya penghasilan yang cukup atau mengkin juga anda sudah memiliki beberapa asset properti yang menguntungkan, namun alangkah baiknya jika kita tetap berusaha lebih baik lagi dengan cara meningkatkan asset yang kita miliki.
Semakin banyak asset yang kita miliki tentu saja semakin baik juga kualitas kehidupan yang kita miliki karena dengan financial freedom, kita tidak saja hanya bisa membantu kedua orang tua atau keluarga. Selanjutnya anda juga bisa memberikan bantuan atau sedekah kepada banyak orang yang membutuhkannya.
Lebih baiknya lagi, jika anda sudah menjadi seorang ahli investasi properti, maka akan sangat baik jika anda mengajarkan dan menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal yang sama guna meningkatkan taraf hidup dan menyelamatkan mereka dari jerat kemiskinan.
Demikian artikel 12 Penghambat Mental Mengapa Orang Tidak Ingin Menjadi Investor Properti semoga bermanfaat untuk anda semua. Silahkan tambahkan komentar sehubungan dengan artikel ini, terimakasih

4 Persiapan Sebelum Renovasi Rumah





Aset properti berupa rumah adalah sesuatu yang amat berharga. Ini tak lain karena rumah sendiri merupakan harta tak bergerak yang nilainya mahal.
Untuk itu, rumah harus dirawat dengan baik, dan bila mana terjadi kerusakan seperti material sudah usang atau terjadi kerusakan, maka renovasi pun perlu kita lakukan.
Dengan melakukan renovasi, rumah yang terlihat sudah kusam akan tampak seperti baru kembali, sehingga lebih nyaman untuk dihuni.
Baik, langsung saja kita membahas point dari artikel ini.
Berikut ada beberapa langkah yang harus diperhatikan untuk mempersiapkan renovasi rumah.
1.       Menentukan banyak biaya yang dibutuhkan
Sebelum memutuskan untuk melakukan renovasi, tentunya kita harus mengetahui dulu budget yang harus dikeluarkan.
Besar tidaknya biaya renovasi, itu semua tergantung dari jenis renovasi yang anda inginkan, apakah hanya bersifat kecil atau melakukan renovasi besar-basaran.
Agar lebih tepat, sebaiknya berkonsultasilah dengan kontraktor atau arsitek, guna mengetahui dengan pasti berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk renovasi.
Dengan mengetahui budget renovasi, tentu akan memudahkan anda untuk mengambil langkah selanjutnya.

2.       Mempersiapkan dana cadangan
Dalam prakteknya disetiap perancanaan budget, baik ketika membangun rumah atau renovasi, tidaklah bisa 100 persen tepat dengan anggaran yang telah anda perhitungkan sebelumnya.
Untuk itu sebaiknya persiapkan sekitar 30% dari total biaya sebagai cadangan jika ada pembengkakan biaya saat melakukan renovasi.
Dan jangan lupa juga untuk mempehitungkan biaya yang anda butuhkan untuk pindah sementara selama renovasi dilakukan.

3.       Persiapkan sumber dana yang tepat
Nah, jika anda sudah mengetahui total biaya untuk melakukan renovasi, sekarang anda perlu memikirkan sumber dana untuk renovasi tersebut.
Apakah dananya anda ambil dari tabungan anda, pinjaman dari bank, dan lain-lain.

4.       Pembagian anggaran
Jika sudah memiliki dana yang sesuai dengan rencana, pastikan juga untuk membagi anggaran yang dikeluarkan secara tepat.
Perlu untuk mempersiapkan biaya mengurus perizinan, bahan bangunan, biaya jasa renovasi atau kontraktor, finishing, hingga dana untuk cadangan.
Demikianlah artikel 4 persiapan sebelum renovasi rumah. Semoga bermanfaat, dan bisa membantu khususnya bagi teman-teman yang tengah merencanakan renovasi rumah.


Biaya Yang Timbul Dari Jual Beli Rumah





Ketika membeli rumah baik itu rumah baru ataupun bekas, di perlukan biaya-biaya tambahan selain dari harga rumah yang sudah si sepakati oleh pihak pembeli ataupun penjual.
Jadi, sebagai pembeli anda tidak saja hanya membayar harga rumah yang telah anda sepakati dengan penjual. Beberapa biaya yang timbul dalam transaksi jual beli rumah akan kita bahas pada artikel ini.
Oke, langsung saja berikut bebarapa biaya yang timbul ketika anda melakukan transaksi jual beli rumah.

1.    Pemeriksaan Sertifikat
Jika kamu berniat untuk melakukan pengecakan sertifikat rumah yang akan di beli sebelum transaksi jual beli di lakukan untuk memastikan bahwa sertifikat tidak ada cacat, seperti sertifikat tidak asli, sertifikat ganda, catatan blokir, sita atau dalam proses sengketa maka pemeriksaan boleh anda lakukan dengan membawa dokumen yang di perlukan ke BPN (Badan Pertanahan Nasioanal) terdekat.
Biaya yang di keluarkan adalah gratis, maka yang anda butuhkan hanyalah waktu pengurusan dan biaya perongkosan.

2.    Biaya Pajak
Sama halnya ketika anda membeli barang bergerak yang sering kali terkena potongan pajak ketika membelinya, pada transaksi jual beli barang tidak bergerak seperti obyek tanah dan bangunan pun kita di wajibkan kena pajak baik itu kepada pihak penjual ataupun pembeli yang besarannya telah di atur sesuai peraturan pemerintahan seperti berikut ini.


*     Pajak penjual atau di sebut juga PPH (Pajak Penghasilan) biasanya di kenakan sebesar 5% dari harga jual.
*     Begitu juga dengan pajak pembeli yang lebih kita kenal dengan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) yaitu sebesar 5% x (Harga jual – Nilai tidak kena pajak).
*     Nilai jual untuk tidak kena pajak pada tiap wilayah bisa berbeda beda, dan pada umumnya berkisar antara 40 hingga 60 juta.

Harga jual tersebut adalah harga transaksi jual beli yang telah di sepakati atau harga rumah sesuai NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) tahun berasangkutan, yang mana lebih besar dari besaran NJOP tersebut.
Sebagai contoh, misalnya anda membeli rumah seharga 200 juta, dan jika di lihat dari harga rumah tersebut berdasarkan NJOP adalah sebesar 175 juta, maka pajak yang akan anda tanggung adalah sebesar:
Pajak Penjual: 5% x 200 juta -> di bebankan karena harga transaksi jual beli lebih besar dari harga NJOP rumah.
Maka untuk penjual akan di kenakan pajak sebesar= 10 juta

Pajak Pembeli: 5% x (200 juta-60 juta) -> Nilai jual tidak kena pajak sebagai contoh pada suatu wilayah sebesar 60 juta.
Maka pajak yang dibebankan untuk pembeli= 7 juta
Pembayaran pajak dapat anda setorkan ke bank yang di tunjuk yang kembudian akan di laporkan ke kantor perpajakan setempat. Untuk lebih mudahnya, pembayaran pajak juga dapat di lakukan melalui Notaris/Kantor PPAT yang biasanya melakukan pencatatan taransaksi jual beli rumah tersebut.

3.    Biaya AJB (Akta Jual Beli), BBN dan Notaris
Berikutnya untuk biaya AJB (Akta Jual Beli), BBN (Biaya Balik Nama) dan jasa Notaris besar biayanya biasanya sekitar 0.5 sampai 1% dari harga transaksi, yang umumnya di tanggung oleh pembeli. Dan ada kalanya untuk masalah pembayaran jasa Notaris bisa saja pembeli dan penjual menanggung bersama, hal itu tergantung kesepakatan anda sebagai penjual dan pembeli.

4.    Biaya KPR
Berbeda halnya jika anda membeli rumah dengan cara cash yang tidak akan menimbulkan biaya seperti jika membayar dengan cara kredit atau KPR. Bila pendanaan yang anda lakukan dengan cara KPR maka akan timbul biaya tambahan seperti biaya provisi, administrasi dan lainnnya yang besar biayannya berkisar 4 sampai 5% dari total pinjaman (plafond) yang di setujui.
Untuk biaya KPR sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab dari pihak pembeli.

5.    Biaya lain-lain
Jika persyaratan transakasi yang di butuhkan belum terlunasi, seperti pelunasan pajak rumah, Air PAM, listrik dan iuran lainnya belum dibayarkan sampai serah terima, maka seluruh iuran tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak penjual.
Itulah, beberapa Biaya Yang Timbul Dari Jual Beli Rumah yang perlu kita ketahui. Sekian dulu artikel biaya yang timbul dari jual beli rumah semoga bermanfaat untuk anda semua.


Rumah123 DotCom - Property Rumah