Showing posts with label Dinding. Show all posts
Showing posts with label Dinding. Show all posts

Monday, March 18, 2013

Cara Menata Rumah Kecil


Bagaimana.. Cara menata rumah kecil..?,
      Ada beberapa cara untuk menyiasati rumah kecil / mungil bisa tetap tampil gaya. Salah satunya dengan cara memaksimalkan fungsi furnitur di dalam rumah. Artinya, Anda disarankan untuk memilih furnitur yang bisa digunakan untuk beragam keperluan. 
       Untuk mengatasi kendala ini, partisi adalah salah satu jawabannya. Partisi bisa berupa lemari atau rak sebagai pembatas ruangan. Dalam hal ini partisi mempunyai banyak fungsi selain sebagai penghalang pandangan dari ruang tamu ke ruang makan.
Partisi bisa terbuat dari tripleks yang diberi pelapis dipadukan dengan kaca motif impor berkombinasi warna gelap dan cokelat muda. Ini sangat selaras dengan cat rumah yang berwarna kuning gading. 
Di bagian lain, partisi akan berfungsi sebagai lemari, rak televisi dan rak panjang.

Adapun trik dalam memanfaatkan ruang minimalis sebagai berikut :
·          Atap yang tinggi
Jika ruangan Anda terbatas luasnya, dengan membuat atap lebih tinggi dapat memberi kesan ruang lebih lega karena adanya cukup ruang ke atas.

·          Kurangi Sekat
Sekat antar ruangan dapat membuat rumah terasa tidak lapang. Untuk itu, Anda dapat mengurangi penggunaan sekat. Misalnya tips berikut bisa diterapkan yaitu menghilangkan sekat antara ruang makan dengan dapur.

·          Cahaya
Ruangan yang terang dapat menjadi salah satu cara agar ruangan lebih terlihat luas. Maka, buatlah ruangan rumah Anda dengan pencahayaan yang cukup terang.

·           Warna cerah
Cat rumah, warna gorden atau furnitur sebaiknya menggunakan warna-warna yang terang. Warna putih pada tembok dapat menjadi salah satu pilihan untuk ruangan yang sempit. Atau jika Anda ingin menggunakan wallpaper pada dinding, pilihlah wallpaper dengan motif kecil.
  
·          Jendela besar
Agar pandangan lebih luas, Anda dapat menggunakan jendela ukuran besar pada bagian depan rumah. Dengan demikian, penghuni rumah dapat melihat area yang luas di luar rumah dengan mudah seperti taman atau jalan. Hal ini akan memberi kesan luas.

·          Cermin
Penggunaan cermin merupakan hal yang paling sering digunakan untuk memberi kesan luas pada ruangan. Dengan cermin, Anda seolah-olah memiliki ruangan yang dua kali lebih besar karena pantulannya.

·          Pilih Furnitur dengan Tepat.  
Memilih furniture seperti kursi, meja atau rak harus disesuaikan pada rumah yang mungil. Karena terbatasnya besar ruangan, maka pilihlahfurniture yang simpel dan dalam ukuran yang kecil. Lalu cobalah pilih furnitur dengan warna yang menyerupai warna cat rumah Anda. Selain menghemat tempat, ini juga dapat membuat kesesuaian yang baik dengan ukuran ruangan. Warna yang menyerupai cat tembok akan membuat kesan lebih luas.

"There are several ways to get around the small house can still look stylish. One way to maximize the function of furniture in the house. That is, you are advised to choose furniture that can be used for various purposes. To overcome this obstacle, the partition is one answer. Partitions can be a cabinet or shelf as a room divider."

          http://cara.obralweb.com

Cara Memperbaiki Dinding Retak



Dalam kehidupan sehari-sehari, kita sering menemukan kejadian keretakan dinding rumah. Ada kalanya pembangunan rumah masih tergolong baru, namun keretakan sudah ada. Dinding retak merupakan sebuah masalah yang sering terjadi pada sebuah rumah yang tentunya sangat mengganggu baik dari segi keindahan, dan keamanan seperti rasa kekhawatiran akan kerobohan bangunan. Bagaimana hal ini bisa terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk menanganinya? Untuk mengetahui bagaimana hal itu bisa terjadi, kita perlu ketahui bahwa ada banyak penyebab terjadinya keretakan pada tembok rumah

Berikut ini beberapa penyebab dinding rumah menjadi retak
Struktur bangunan (kolom, balok, pelat, pondasi ) tidak kuat
Struktur bangunan yang tidak dalam mendukung beban rumah menyebabkan pasangan dinding bata ikut menanggung beban yang terjadi, pasangan batu bata yang seharusnya hanya berfungsi sebagai penyekat ruangan harus membantu struktur bangunan yang ada dalam mempertahankan kestabilan rumah, hal inilah yang menyebabkan dinding bata menjadi retak karena bekerja diluar kemampuanya dan akibat yang paling fatal adalah keruntuhan bangunan.

Penggunaan campuran pasangan batu bata yang tidak benar
Misalnya penggunaan semen dibawah standar kebutuhan, penggunaan air yang tidak memenuhi persyaratan, penggunaan pasir yang banyak mengandung lumpur atau dengan kadar zat organik tinggi. Perbandingan campuran material pasangan batu bata yang tidak benar dapat menyebabkan pasangan bata menjadi keropos, retak bahkan terjadi keruntuhan bangunan.

Adanya beban tambahan pada bangunan
beban tambahan disini berarti beban yang diberikan pada sebuah struktur rumah melebihi batas perencanaan awal, misalnya rumah yang tadinya direncanakan 1 lantai kemudian ditingkat menjadi 2 lantai tanpa adanya perkuatan struktur,adanya bencana alam seperti gempa, tanah longsor, angin besar, banjir dan sejenisnya. beban-beban tambahan yang tidak dapat didukung oleh struktur tersebut dapat menyebebkan rusaknya pasangan batu bata.

Proses pengeringan plesteran atau acian yang terlalu cepat
proses pengeringan yang terlalu cepat dapat menimbulkan retak-retak pada dinding bata, upaya pencegahanya dengan melakukan penyiraman pada dinding yang diplester atau diaci setelah selesai pekerjaan berlangsung.

Apabila kita belum terlanjur membangun, kita bisa antisipasi atau mengurangi resiko keretakan dinding dengan beberapa hal berikut ini;
1.            Pilihlah lokasi tanah yang rata, kuat dan tidak mudah bergerak.
2.            Hindari membangun rumah di daerah sekitar lereng, bukit, berdekatan dengan arus air sungai, kecuali bila Anda punya struktur dan insinyur teknik yang handal.
3.            Gunakan bahan bangunan dengan kualitas baik dan juga air yang cukup bersih dan murni.
4.            Jaga kualitas adukan semen, agar kualitas adukan sama di setiap area.
5.            Perkuat struktur bangunan Anda, bisa dengan menambah volume pondasi dan menambah besi tulangan untuk struktur sloof.
6.            Awasi proses pembangunan dengan seksama. 
7.            Pilih pelaksana pembangunan yang handal



Cara Mengatasi Dinding Retak
Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah melihat jenis keretakannya tersebut :
Retak rambut, yaitu keretakan yang lebarnya kurang dari 1 mm dan tidak tembus ke sisi dinding lainnya diakibatkan ketidaksempurnaan pada saat finishing dinding, seperti : plesteran dinding yang tidak disiram lebih dulu, komposisi plesteran yang kurang sempurna, plesteran yang belum cukup kering atau kualitas cat dinding yang daya elastisitasnya kurang.
Solusinya :
  1. Kerik atau perlebar bagian retak rambut tersebut untuk mengetahui sejauh mana tingkat keretakannya sehingga pada saat menambal keretakan tersebut masuk sampai kebagian dalam dinding. 
  2. Kemudian isilah dengan wall filler, amplas setelah benar-benar mengering , lalu lapisi dengan wall sealer sebelum dicat ulang.


Mengatasi retak tembok di sudut kusen
Masalah bangunan yang sering kita jumpai adalan keretakan tembok di sudut kusen.Mungkin bagi sebagian orang keretakan tersebut di anggap biasa,tapi sebenarnya ada cara muda untuk mengatasi retak tembok di sudut kusen. Adapun solusi yang saya sebutkan tersebut adalah dengan pengaplikasian nat keramik.

Ada pun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1.Pastikan bahwa pelebaran keretakan sudah berhenti.
2.Ambil paku dan bersihkan celah keretakan tersebut.
3.Aplikasikan nat di dalam celah keretakan tembok,usahakan rata dengan permukaan tembok.
4.Bersihkan dan amplas untuk memperhalus kerataan dengan permukaan tembok


Retak Struktur
yaitu keretakan yang lebarnya lebih dari 2 mm dan tembus pada sisi dinding lainnya. Hal ini disebabkan karena :

1. Penurunan atau pergeseran pondasi akibat daya dukung tanah yang kurang baik atau kurang padat. Hal ini bisa dikarenakan kondisi tanah yang kurang baik atau bisa juga karena perubahan karakterisitik tanah akibat kejadian alam seperti banjir, pergerakan tanah atau gempa.

2. Ukuran pondasi yang tidak sesuai dengan beban yang dipikulnya atau kurang sempurnanya pada saat proses pelaksanaan.

3. Kerusakan pada kolom (tiang) dan balok misalnya retak atau bengkok, akibat kurangnya jumlah atau ukuran tulangan besi utama dan besi pengikat (sengkang) serta rendahnya kualitas/mutu beton yang digunakan atau kurang sempurnanya pada saat proses pengerjaan sehingga kekuatan beton terhadap tekanan berkurang.

Solusinya :
1. Untuk pondasi yang turun buatlah pondasi baru di dekatnya dengan mendeteksi keretakan terparah pada dinding di atasnya. Padatkan tanah di bawah pondasi yang baru dan buatlah kolom/tiang baru untuk membantu penyaluran beban dari sloof dan balok lantai di atasnya.

2. Untuk balok yang retak, jika kondisinya memungkinkan perlu ditambahkan kolom/ tiang di bawahnya sehingga penyaluran beban balok menjadi berkurang . Jika tidak memungkinkan maka balok disuntik/digrouting dengan epoxy yaitu cairan kimia khusus yang sifatnya mengikat dan cepat kering kemudian dilakukan pembesaran ukuran balok dengan perkuatan dari luar.

3. Untuk kolom/tiang yang retak, buatlah kolom tambahan di dekat tiang yang retak untuk membagi pembebanan pada kolom yang rusak atau dengan memperkuat kolom dengan menyuntik/ meng -grouting dengan cairan epoxy dan memperlebar ukuran kolom/tiang.

4. Untuk retak-retak kecil pada kolom dan balok, cukup dilakukan penambahan dengan plesteran agar tulangan besi tidak berhubungan dengan udara luar yang dapat menyebabkan karat.

Keretakan Lantai 
Keretakan lantai terutama pada lantai 2 ditandai dengan pecahnya keramik diakibatkan keretakan lantai beton dibawahnya. Hal ini bisa diakibatkan gempa, atau kualitas/mutu beton yang tidak memenuhi standar atau bisa juga karena kesalahan teknis pada saat pengerjaan lantai beton misalnya kekeliruan susunan anyaman besi beton, posisi sambungan coran beton ataubekisting/cetakan beton yang dilepas sebelum beton benar-benar mengeras.

 Solusi :
Untuk lantai beton yang retak, terlebih dulu dengan melepas keramik yang pecah kemudian mengikis retakan, menyuntik / meng-grouting dengan cairan epoxy pada retakan menutupnya dengan plesteran dan memasang keramik kembali.

"In daily life, we often find occurrences rift wall. There are times when home construction is still relativelynew, but already there are cracks. Cracked wall is a problem that often occurs in a house which is verydisturbing in terms of beauty, and a sense of security as fears of a collapse building. How did this happen and what to do to handle it? To find out how it could happen, we need to know that there are many causes of the cracks on the walls of the house"


Rumah123 DotCom - Property Rumah