Friday, May 12, 2017

Rekomendasi Bank dengan Suku Bunga KPR Rendah




Rekomendasi Bank dengan Suku Bunga KPR Rendah

Kredit Pemilikan Rumah (apa itu KPR?) hingga kini masih jadi solusi terdepan yang banyak dimanfaatkan para pencari rumah. Di samping lebih meringankan, lewat KPR juga ada kepastian memiliki rumah baru.
Selain itu, untuk memiliki rumah barunya, konsumen hanya perlu menyediakan uang muka atau down payment (DP) yang besarannya sekitar 10-20%, tergantung tipe rumah dan ketentuan masing-masing bank.
Bagi Anda yang berencana membeli rumah dengan cara dicicil, mencari bank yang punya fasilitas KPR yang bagus dan menawarkan suku bunga rendah adalah segelintir kriteria yang musti dipenuhi. Bila kurang informasi terkini mengenai promo suku bunga KPR bank, berikut Rumah.com beri pilihannya.

Mandiri
Program Mandiri KPR berupa suku bunga sebesar 8,5% tetap selama 5 tahun ini hanya diberikan khusus kepada nasabah utama Bank Mandiri. Artinya, promosi berlaku untuk nasabah Mandiri KPR yang membeli rumah dari pengembang rekanan, maupun melalui agen properti rekanan Bank Mandiri.
Benefit dari program ini, Bank Mandiri juga meringankan nasabah KPR dengan pengenaan DP rumah mulai 5% (khusus untuk nasabah pegawai yang perusahaannya menggunakan payroll Bank Mandiri).
Program tersebut juga memberikan kemudahan dokumen persyaratan kredit, asuransi jiwa (optional), serta tenor hingga 20 tahun, khusus untuk pegawai.

Bank Central Asia (BCA)
Selain Mandiri, BCA juga tidak mau ketinggalan dalam perang suku bunga rendah. Untuk nasabah yang menginginkan bunga tetap selama 1-2 tahun, ditawarkan bunga 8,75%. Sementara untuk 8,50% berlaku untuk fixed 3 tahun dan 9% untuk 5 tahun.
Sekedar informasi, mulai 9 Juni 2016 BCA mengenakan biaya administrasi sebagai berikut:

Plafon (Rp)                  Biaya Administrasi (Rp)
s.d. 1 Milyar                             500.000,-
> 1 Milyar – 3 Milyar                750.000,-
> 3 Milyar                             1.000.000,-

Bank Tabungan Negara (BTN)
Pengalaman yang panjang dalam dunia perbankan di tanah air membuat BTN dipercaya masyarakat. Sebagai lembaga perbankan yang kuat dan berpengalaman, pertumbuhan aset BTN terbilang pesat.
Berikut ini adalah beberapa keunggulan dari produk KPR BTN Platinum, diantaranya:
  • Periode fixed sampai dengan 5 tahun sehingga nasabah bisa menikmati cicilan dengan bunga tetap yang ringan selama 5 tahun berturut-turut
  • Proses pengajuan cepat dan mudah
  • Jangka waktu cicilan fleksibel sampai dengan 25 tahun
  • Adanya perlindungan asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan gempa bumi
  • Bekerja sama dengan jaringan developer perumahan yang luas di seluruh wilayah Indonesia

Angsuran                       Jumlah Kredit                              Suku Bunga
Fixed 1 tahun    Rp100.000.000 – Rp50.000.000.000          8,75%
Fixed 2 tahun    Rp100.000.000 – Rp50.000.000.000          9%
Fixed 3 tahun    Rp100.000.000 – Rp50.000.000.000          9,50%
Fixed 5 tahun    Rp100.000.000 – Rp50.000.000.000          10,25%

CIMB Niaga
Bank terbesar keempat satu ini mematok persentase bunga 8,5% flat selama satu tahun. Setelah itu, bunganya mengambang (floating) dengan perhitungan suku bunga Bank Indonesia + margin bank 3,5%.
Ada keuntungan menarik yang diberikan KPR Xtra Manfaat CIMB Niaga kepada nasabah KPR-nya mencakup:
  • Menggunakan 80% saldo harian tabungan untuk meringankan beban KPR pinjaman nasabah
  • Tidak menahan dana tabungan
  • Akses penuh terhadap dana di rekening nasabah

5 Jurus Beli Rumah, Anti Buntung dan Dijamin Untung!




5 Jurus Beli Rumah.
Anti Buntung dan Dijamin Untung!

Tawar menawar dalam transaksi jual beli adalah hal yang sah. Begitupun tawar menawar harga untuk rumah atau jenis properti lainnya. Proses negosiasi seperti ini memang bisa memberi keuntungan untuk pembeli. Sebut saja mulai dari pengurangan harga, bebas biaya pengurusan dokumen, hingga bonus furnitur atau unit elektronik.
Nah, bila Anda baru pertama kali membeli rumah, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan sebelum menawar harganya. Sebagai pembeli rumah pertama tentunya ada beberapa kesulitan yang mungkin Anda temui.
Alasan utama biasanya karena minimnya pengetahuan tentang pasar properti. Padahal ketatnya kompetisi pasar justru bisa menjadi peluang besar bagi Anda untuk mendapatkan penawaran harga terbaik. Penasaran caranya? Simak tipsnya!

1.    Persiapan Mengajukan KPR
Menurut Nick Manson, Direktur dari kantor broker Mansons, jika Anda ingin bersaing dengan calon pembeli lainnya, maka lakukan persiapan yang matang. Pertama, konsultasikan dengan perencana keuangan mengenai jumlah pembiayaan KPR yang cocok untuk Anda.
Kemudian, kumpulkan berapa uang muka yang harus diserahkan. Ini adalah langkah pertama yang mempermudah pengajuan KPR Anda dari pihak marketing maupun surveyor bank.

2.    Riset Harga Terbaru
Hal lain yang bisa membantu proses negosiasi adalah mengetahui kondisi pasar dimana properti tersebut berada. Sebelum Anda melakukan survei lokasi, Anda wajib melakukan riset harga jual terbaru di lokasi tersebut.
Anda bisa mengetahui kondisi pasar properti dan harga pasaran melalui agen properti lokal. Sementara informasi dan berita properti bisa Anda ketahui dari riset artikel di portal properti seperti Rumah.com.

3.    Mengetahui Kebutuhan Anda
Ketahui dengan pasti kebutuhan Anda dan keluarga jika tinggal di rumah itu. Apa saja kelebihan yang dimiliki, apakah bangunannya masih kokoh untuk ditempati hingga 10 tahun ke depan? Apakah terdapat sekolah unggulan di sekitar hunian? Moda transportasi dekat rumah apa yang bisa mengantarkan Anda menuju lokasi bekerja?
Hal-hal yang berkaitan dengan arsitektur dan interior juga bisa menjadi pertimbangan. Kumpulkan sebanyak mungkin informasi sebagai ‘amunisi’ tawar-menawar dengan pihak pengembang/pemasar.

4.     di Portal Properti Online
Setelah memahami dengan pasti hunian yang sesuai dengan kebutuhan Anda, maka mulailah melakukan pencarian lewat media iklan online. Ini adalah cara yang cepat dan terbilang efektif karena menghemat waktu dan tenaga.
Bila perlu, nyalakan fitur notifikasi properti baru agar Anda mendapat informasi paling pertama mengenai rumah yang sesuai dengan kriteria.

5.    Survei Dengan Cermat
Melakukan survei lokasi dan properti untuk pertama kali bisa menjadi momen yang menegangkan. Namun Anda harus tetap fokus dengan gambaran rumah idaman yang telah Anda buat. Jangan tergoda dengan gimmick atau promo yang ditawarkan.
Perhatikan dengan cermat jika ada kekurangan mulai dari akses jalan menuju lokasi sampai dengan kondisi bangunan. Tanda umum kerusakan bangunan bisa dilihat dari kondisi atap, talang air, dinding yang lembab atau berjamur.
Berbekal informasi yang lengkap maka Anda akan dipercaya sebagai pembeli yang profesional layaknya investor. Dengan kepercayaan diri tersebut, jangan ragu melakukan penawaran harga atau bonus lain yang Anda butuhkan.
Jika penawaran Anda disetujui juga jangan langsung terburu-buru. Minta bantuan dari pihak marketing untuk mempermudah proses pembelian agar selesai dengan cepat dan pastikan tetap aman.
Selamat mencoba!

Panduan Cek Kondisi Fisik Rumah Seken



Panduan Cek Kondisi Fisik Rumah Seken



Banyak orang memilih membeli rumah seken karena pertimbangan harga atau karena lokasinya yang strategis, misalnya di pusat kota. Namun berbeda dengan membeli rumah baru yang dibangun oleh developer, Anda harus lebih teliti ketika membeli rumah seken.
Ya, terutama untuk urusan mencermati kondisi fisik bangunannya. Dan untuk mudahnya, simak tips dari Rumah.com untuk mengecek kondisi rumah seken sehingga bisa meminimalisir biaya renovasi yang harus dikeluarkan.

1.    Periksa Kondisi Fisik Jendela
Membuat sebuah jendela baru pastinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Apakah bingkai jendela perlu diganti yang baru? Perhatikan sekeliling jendela apakah ada bingkai yang patah atau cat yang mengelupas. Pastikan juga apakah setiap jendela bisa tertutup rapat dengan sempurna.
Perhitungkan berapa biaya yang kira-kira harus dikeluarkan.



2.    Posisi Pohon Dekat Rumah
Perhatikan posisi pohon bila ada di dekat rumah. Apakah sudah sangat tua dan terlihat rapuh? Apakah perlu ditebang? Pohon yang terlalu rimbun akan menghalangi cahaya matahari untuk masuk ke dalam rumah.
Bila banyak daun yang berjatuhan di depan rumah, Anda juga harus menyiapkan waktu untuk membersihkannya secara teratur.

3.    Trotoar di Sekitar Rumah
Kelilingi perumahan dan perhatikan keadaan lingkungan disekitarnya. Jika Anda memiliki anak, apakah ada tempat yang cukup aman bagi mereka untuk bermain sepeda? Adakah trotoar di sekitar rumah yang memungkinkan Anda bisa lari pagi dengan aman tanpa harus khawatir dengan lalu lalang kendaraan.

4.    Aroma di Dalam Rumah
Salah satu indikator apakah sebuah rumah memiliki masalah atau tidak adalah adanya aroma yang kurang enak dari dalam rumah. Bau lembab, sisa makanan, asap rokok, atau bau hewan bisa jadi parameternya.
Jika Anda mencium salah satu dari bau tersebut, temukan dan konsultasikan dengan penjual rumah dari mana bau ini berasal dan apakah bisa diatasi dengan segera.

5.    Perhatikan Saluran Pembuangan Air
Sebelum memutuskan untuk membeli, periksa lokasi untuk mengetahui apakah rumah tersebut berada di dataran rendah atau dataran tinggi? Periksa juga bagaimana kondisi saluran pembuangan air di sekitar rumah, apakah ada yang tersumbat sehingga beresiko banjir bila terjadi hujan besar.

6.    Adanya Hewan yang Tinggal di Rumah
Ketika masuk ke dalam rumah, cari tahu tanda-tanda hewan yang tinggal di dalam rumah dan dapat mengganggu kelangsungan aktivitas seperti semut, tikus, atau serangga lainnya. Periksa juga bagian lain dalam rumah seperti lemari, bagian belakang kulkas, dan tempat persembunyian lainnya. Jika dibutuhkan Anda bisa memanggil seorang tenaga ahli untuk membersihkannya.

7.    Perhitungkan Daya Listrik dan Air
Saat memilih rumah Anda juga harus mengetahui berapa biaya yang akan dikeluarkan setiap bulannya di masa yang akan mendatang. Selain menghitung jumlah cicilan (jika Anda tidak membelinya secara tunai) ketahui juga berapa daya listrik dan juga air yang sekiranya akan menjadi pengeluaran rutin.
Harus diakui, membeli rumah seken memang sedikit merepotkan karena dituntut ketelitian. Jika Anda tak mau repot untuk mudahnya beli saja rumah yang baru dibangun.

9 Tanda Anda Harus Mengajukan KPR


Saat ini dinilai sebagai saat yang tepat karena Pemerintah tengah menggalakkan kemudahan pemilikan rumah saat ekonomi nasional masih dalam kondisi lemah. Salah satunya adalah dengan menurunkan batas bawah uang muka hingga 15% dari harga rumah.
Bahkan untuk rumah subsidi uang mukanya hanya 10% dengan bunga cicilan tetap 5% sampai lunas.
Melihat ragam peluang yang bisa Anda manfaatkan untuk memiliki rumah pribadi, coba cek sembilan hal berikut. Jika memenuhi tiga atau empat di antaranya, dapat menjadi indikasi Anda siap untuk mulai mengajukan cicilan KPR, seperti di kutip dari Rumah.com

Anda tidak punya hutang
Ini adalah komitmen keuangan yang utama jika Anda hendak mengajukan KPR kepada Bank. Pastikan saat ini Anda tidak punya pinjaman atau hutang dengan pihak manapun agar aliran dana bulanan Anda tidak terganggu

Anda punya tabungan untuk keperluan mendadak
Mungkin jumlahnya tidak seberapa, namun tabungan ini harus tetap Anda miliki dan ditambah terus nominalnya setiap bulan. Sehingga bila sewaktu-waktu ada pengeluaran tak terduga, Anda sudah punya simpanan.

Anda punya tabungan uang muka
Minimal uang muka yang harus diajukan adalah sekitar 20 persen dari harga jual rumah. Namun belakangan ini terdapat wacana bahwa LTV akan diturunkan menjadi 15 persen. Dengan jumlah yang minim tersebut, tidak ada kata terlambat untuk menabung uang muka.

Anda punya riwayat pinjaman bank yang lancer
Umumnya bank akan melakukan riset keuangan dan memeriksa apakah Anda punya kartu kredit atau tidak.


Punya alat perkakas rumah dan dapat melakukan perbaikan rumah skala kecil
Meski terlihat sepele tapi keterampilan ini sangat penting jika Anda memiliki rumah sendiri. Perbaikan seperti genteng atau tembok bocor mestinya menjadi pengetahuan yang Anda kuasai di luar kepala. Ini demi penghematan bujet bulanan.

Kontrakan saat ini tidak sesuai dengan kebutuhan Anda
Misalnya jika saat ini tempat tinggal Anda tinggal di kontrakan petak dan sudah menikah, tak ada salahnya pindah ke rumah subsidi. Meski lebih jauh dari pusat kota, Anda bisa membangun kehidupan pribadi yang lebih nyaman di sana.

Membeli adalah pertimbangan yang lebih baik ketimbang menyewa
Jika lokasi rumah incaran Anda punya harga yang miring dengan prospek kenaikan harga yang menjanjikan, tak perlu ragu untuk mulai mengalihkan uang sewa menjadi uang cicilan rumah.

Menyukai tinggal di daerah tersebut dan betah tinggal setidaknya lima tahun ke depan
Masalah sebagian besar pengontrak adalah kebiasaan pindah rumah yang membuatnya tidak nyaman untuk tinggal dalam jangka waktu panjang. Tapi jika Anda sudah merasa nyaman tinggal disana minimal lima tahun, maka keputusan cicilan KPR bisa jadi pilihan yang pas.

Anda ingin bebas mendekorasi rumah sesuai selera
Rumah atau apartemen kontrak umumnya tak bisa diubah-ubah sesuai selera. Mulai dari warna cat dan interior dinding dibiarkan saja kosong dan terlihat membosankan. Jika punya hunian sendiri, Anda bisa bebas berkreasi.

Rumah123 DotCom - Property Rumah