Showing posts with label TIPS. Show all posts
Showing posts with label TIPS. Show all posts

Thursday, March 28, 2013

Desain Interior & Padanan Motif Sedap Dipandang


Motif pada ruang menjadikan ruangan lebih hidup. Namun, salah mengaplikasikan motif justru membuat ruangan tidak enak dilihat.

Saat ini banyak orang memilih untuk mendekor rumahnya dengan gaya serba polos yang meminimalkan ornamen tak perlu, warna-warni meriah, sampai corak tertentu. Namun, sulit rasanya untuk lepas sama sekali dari corak atau motif pada interior. Tanpanya, ruangan terasa hambar dan kurang hidup!
Motif tidak hanya indentik dengan pola pada seprai atau gorden. Dinding berlapiswallpaper, dinding bercat efek, kain sofa, bantal kursi, taplak meja, sampai karpet turut memberi motif pada sebuah ruang. Dengan banyaknya benda yang menyumbangkan motifnya, perlu trik khusus agar paduan motif itu sedap dipandang mata.

Banyak Gunanya
Pemberian motif pada elemen interior cukup penting; bukan sekadar untuk indah-indahan.
Pertama, ia bisa menjadi pusat perhatian (focal point) dalam sebuah ruang. Sebidang dinding yang diberi pola “ramai” dan warna berani, dijamin akan memaku semua mata yang memandang. Apalagi jika ini di dalam sebuah ruang yang nyaris monokrom.
Kedua, fungsi motif adalah sebagai pemberi dimensi ruang. Dengan motif-motif tertentu, Anda bisa merasakan apakah ruang yang Anda masuki itu luas, sempit, tinggi, atau rendah. Motif garis vertikal pada dinding, misalnya, memberi kesan ruangan lebih tinggi.
Ketiga, sebuah motif berfungsi sebagai penutup “cacat” di dinding. Plesteran dinding yang tidak rata, atau retak-retak halus seolah hilang dari pandangan saat Anda menambahkan motif pada dinding.
Sesuaikan Ukuran
Dalam memilih, bentuk motif tidak jadi masalah. Anda suka motif kotak, polkadot, bunga-bunga, atau abstrak, semuanya sah diaplikasikan ke ruang. Yang patut diperhatikan adalah ukuran motif. Secara umum, jenis motif hanya digolongkan menjadi motif besar dan motif kecil. Tiap jenis menimbulkan efek yang berbeda.
Pada motif besar, warna yang dikandungnya akan menjadi warna dominan pada sebuah ruang. Karena itu, perhatikan betul-betul saat menentukan warna dari si motif besar ini; apakah warna itu yang Anda inginkan untuk seluruh ruang. Motif besar juga hanya cocok untuk ruangan yang luas. Cuma di ruangan yang cukup lega sajalah bentuk motif tidak akan “terpotong” oleh perabot. Dengan alasan yang sama, motif ini juga kurang pas untuk ruangan yang memiliki banyak jendela dan pintu.
Motif kecil disukai karena relatif lebih mudah dipadu-padankan. Dari jauh, ia akan terlihat sebagai satu warna saja, sehingga mudah bagi Anda memasukkan warna, bahkan motif lain. Untuk ruangan kecil mungil, jenis motif inilah yang sesuai. Motif kecil yang tampak hampir polos ini akan menimbulkan ilusi ruangan lebih besar dari ukuran sesungguhnya. Motif kecil juga bisa berfungsi “melenyapkan” sudut-sudut tajam pada ruangan.
Ngotot ingin mengaplikasikan motif besar favorit pada ruangan mungil Anda? Bisa, kok! Caranya, samakan warna latar belakang motif tersebut dengan warna dominan di ruangan Anda. Motif besar kesayangan Anda akan “masuk” dengan sempurna dan menjadi pusat perhatian di ruangan itu. 
---
http://www.tabloidrumah.com

Pentingnya Detail Dalam Desain


Ruang yang didesain dengan baik tak hanya memberi tampilan visual yang menarik namun juga harus memberi kehangatan dan kenyamanan bagi jiwa. 


Untuk melakukan pekerjaan desain, fokusnya tak hanya berkutat pada penataan objek yang apik tapi juga sangat ditentukan oleh pemilihan objek yang tepat. Tak hanya berpikir tentang “apa” tetapi juga “siapa”.  Apa yang diaplikasikan dan siapa yang akan menikmati dan menggunakan. Untuk itulah fungsi menjadi pertimbangan utama di samping selera.  


Setiap individu punya selera yang berbeda menyangkut jenis objek apa yang dipakai dan bagaimana penataannya. Sebuah ruang yang didesain sesuai dengan selera penghuni dan pemakainya akan menghadirkan sentuhan personal yang unik yang memberi rasa dekat, nyaman, dan hangat. 


Pekerjaan desain juga tidak melulu berhubungan dengan sesuatu yang besar dan memberi perubahan yang banyak, misalnya mengubah layout ruang.  Perlakuan yang kecil yang memperhatikan detail, sangat dimungkinkan dapat memberi perubahan yang besar dalam tampilan visual dan kesan. Ekplorasi detail apa saja yang bisa diterapkan dan apa perannya dalam pekerjaan desain ini? 


Soft Furnishing 

Penciptaan suasana dapat dengan mudah dilakukan dengan pemilihan soft furnishing yang tepat. Penentuannya dapat dilakukan melalui pemilihan pada jenis, warna, pola, dan teksturnya. Selain pilihan jenis bahan, daya tahan dan tingkat perawatan menjadi sesuatu yang krusial dalam memilih soft furnishing


Dalam desain, aplikasi soft furnishing dapat hadir melalui sarung bantal, taplak, karpet, kap lampu, atau kain gorden. Perbedaan jenis, warna, pola dari bahan-bahan ini akan menyajikan ekspresi yang berbeda pada ruangan. 


Apa peran tekstur? 

Tekstur, akan memberi sensasi pada indra manusia.  Setiap benda menampilkan ekspresi tekstur yang berbeda dan unik. Perpaduan tekstur yang halus dengan yang kasar akan menghasilkan kontras yang membentuk keserasian dan sensasi yang menyegarkan.


Penataan Objek dan Aksesori 

Penataan objek menentukan keberhasilan desain secara keseluruhan. Aksesori diperlukan sebagai sentuhan akhir yang menegaskan karakter dan suasana ruang. Mempelajari jenis objek adalah langkah pertama, baru kemudian menatanya. Objek bisa diatur menurut jenis, fungsi, atau ukurannya. Namun, sebuah kreasi yang seragam, tanpa adanya variasi, dapat menciptakan sesuatu yang monoton. Memainkan komposisi dapat menjadi solusi kemonotonan ini. 


Setiap objek atau benda memiliki sifat bentuk, ukuran, warna, dan tekstur. Kesatuan visual menjadi penting ketika kita memainkan komposisi objek apapun. 


Permainan komposisi bisa dilakukan dengan metode pengulangan atau menghadirkan objek secara berulang, baik pengulangan warna, tekstur, maupun jarak yang sama. Komposisi bisa hadir dalam sebuah tampilan yang kontras, atau juga permainan pola yang teratur maupun yang tidak teratur. Apapun metode yang dipilih sah-sah saja, yang penting tetap serasi dan apik. Penggunaan lemari display juga menentukan hasil akhir. Lemari display, bisa berupa lemari tanam atau ambalan. Menampilkan dan menata artwork bisa diletakkan di lemari ini. 

(Johanna Erly Widyartanti / Foto: Jou Endhy Pesuarissa)

---
http://www.tabloidrumah.com

Shade Sail, Kanopi Ringan Melayang


Struktur tarik seperti tenda ternyata bisa juga diterapkan untuk penutup carport. Lebih terasa modern dan beda dari yang biasa.
Carport berukuran 3 m x 5 m ini tadinya kosong, tanpa penutup atap. Sang pemilik ingin penutup atap yang berkesan ringan, namun menarik dan tidak merusak tampak bangunan yang sudah indah. Pergola beratap kayu ataupun dari bahan polycarbonat baginya sudah terlalu umum, dan tidak cocok dengan keinginannya.
Nah, pilihan akhirnya jatuh pada shade sail, kanopi berbentuk tenda yang dibuat dari bahanpolyethylene (sejenis bahan plastik) yang berporos. Shade sail ini memang tidak bisa menahan hujan, tapi cukup efektif untuk menahan panas matahari karena telah dilengkapi anti-UV. Selain itu, bahannya ringan sehingga tidak perlu struktur yang terlalu rumit.
Komposisi Cantik
Lucunya, sang tetangga—yang rumahnya mirip—dibuatkan juga. Ini malah menghasilkan komposisi yang lebih menarik. Tiga lembar shade sail diletakkan bersusun dengan warna yang berbeda. Shade sail paling atas—yang berwarna coklat—diletakkan untuk menutupi area “bolong” di atas tembok pembatas dengan tetangga.
Komposisi, letak, dan warna shade sail ini bisa tergantung selera kita. Namun yang penting adalahshade sail harus dipasang agak miring, agar air dan kotoran bisa jatuh dengan mudah. Biasanya bagian yang dekat dengan dinding rumah dibuat lebih tinggi, agar air bisa jatuh ke halaman atau ke bagian depan rumah.
Bentuk Bebas
Menurut Subiyanto (PT. Wahana Tirta Leisure—distributor shade sail), shade sail memiliki dua bentuk standar yaitu segitiga dan segiempat. Namun bukan berarti bentuk akhirnya hanya segitiga dan kotak. Beragam bentuk bisa dihasilkan, tergantung cara menarik ujung kanopi ini.
Ukuran standar yang sudah tersedia adalah 3 m x 3 m, 3,6 m x 5 m, 5 m x 5 m, dan 5,4 m x 5,4 m. (rma)
FOTO: TNR

---
http://www.tabloidrumah.com
www.shadecomforts.com 

Balik Nama Sertifikat


TANYA
Saya telah membeli rumah secara over kredit di perumahan yang tergabung dalam salah satu grup pengembang besar. Ada sedikit permasalahan yang saya hadapi. Sampai sekarang, semua rumah yang ada di satu komplek dengan saya belum ada yang bersertifikat. Saya sudah berulang kali menanyakan ke BTN tapi selalu dijawab bahwa sertifikat belum dipecah. Maksud saya, kalau sudah ada sertifikatnya, saya ingin segera balik nama walaupun angsuran baru berjalan 3 tahun dari total 15 tahun waktu cicilan.
Dalam jual beli tersebut saya hanya memegang surat akad kredit dari pemilik rumah terdahulu yang dilakukan dengan BTN, kuitansi uang muka rumah, dan surat Perjanjian Jual Beli rumah di kertas segel.
Yang ingin saya tanyakan, apa yang harus saya lakukan agar bisa segera balik nama sertifikat rumah tersebut?
Terima kasih atas bantuannya.
Wardi,
Jakarta Selatan

JAWAB
Bapak Wardi, terima kasih untuk pertanyaannya. Untuk memperoleh gambaran yang jelas, inilah urutan pelaksanaan transaksi jual beli rumah yang biasanya dilakukan pengembang:
  • surat pemesanan,
  • pembayaran uang muka,
  • pembuatan Perjanjian Pengikatan Jual Beli,
  • penandatanganan Akad Kredit bank,
  • penandatanganan Akta Jual Beli (setelah bangunan rumah selesai) dihadapan Notaris/PPAT; dan,
  • pemecahan sertifikat induk dan balik nama ke atas nama masing-masing pembeli.
Membaca kronologis yang Bapak sampaikan, sepertinya kondisi saat ini pengembang telah menyelesaikan pembangunan rumah dan bangunan rumah sudah diserahterimakan. Akan tetapi  Akta Jual Beli di hadapan Notaris/PPAT belum dilaksanakan sehingga belum bisa dilakukan pemecahan sertifikat induk dan balik nama atas nama masing-masing pembeli.
Oleh karena itu yang bisa Bapak lakukan adalah sebagai berikut. Pertama, Bapak sebaiknya terlebih dahulu mempelajari isi ketentuan dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli yang mengatur kapan serta persyaratan apa saja yang harus dipenuhi agar dapat dilakukan Akta Jual Beli tersebut. Kedua, Bapak dapat meminta konfirmasi tentang hal tersebut kepada pengembang, baik secara lisan maupun tertulis.
Menurut kami, Bapak sebenarnya tidak perlu khawatir karena dalam permasalahan ini posisi hukum Bapak cukup aman. Dalam perjanjian kerjasama antara pengembang dengan bank pemberi KPR telah diatur batas waktu penyelesaian pemecahan sertifikat induk dan balik nama sertifikat atas nama masing-masing pembeli.
Konsekuensinya, pengembang baru menerima 100% dana KPR dari Bank yang bersangkutan jika telah berhasil menyelesaikan pemecahan dan balik nama sertifikat ke masing-masing pembeli. Dengan demikian sebenarnya kondisi tersebut (sertifikat belum dipecah) merugikan pihak pengembang.
Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat.
Editor: BIL
---
http://www.tabloidrumah.com

Yang Perlu Diperhatikan Ketika Menyewakan Rumah


Agar terlindung secara hukum ketika menyewakan rumah, Anda harus membuat perjanjian sewa menyewa rumah dengan memperhatikan beberapa klausul.
Rumah merupakan properti yang bisa “dikaryakan” untuk menambah penghasilan. Salah satu caranya adalah dengan menyewakannya. Untuk melindungi praktik sewa menyewa rumah, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah no. 44/1994 tentang Penghunian Rumah oleh Bukan Pemilik. Peraturan ini akan memberikan jaminan perlindungan hukum, baik bagi pemilik maupun penyewa/penghuni.
Bila Anda berencana untuk menyewakan rumah, menurut Cyntia P. Dewantoro, SH (konsultan hukum properti), Anda sebagai pemilik rumah harus memperhatikan perjanjian hukum antara pemilik rumah dengan penyewa rumah. Di dalam PP no. 44/1994 itu disebutkan bahwa penghunian rumah oleh bukan pemilik dengan cara sewa menyewa hanya sah apabila ada persetujuan atau ijin pemilik. Persetujuan ini dapat dibuat dalam bentuk perjanjian tertulis. Ada 3 klausul yang patut diperjanjikan di dalam perjanjian sewa menyewa, yaitu klausul hak dan kewajibanklausul jangka waktu sewa, dan klausul besarnya harga sewa.
Memperhatikan Hak dan Kewajibannya
Klausul hak dan kewajiban merupakan klausul yang perlu diperhatikan oleh Anda (pemilik) dan penyewa. Masing-masing pihak harus mengerti dan melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya dan mendapatkan apa yang sudah menjadi haknya.
Sebagai pemilik rumah, Anda memiliki hak untuk menerima uang sewa dari penyewa dan menyerahkan rumah dalam keadaan baik sesuai kondisi yang tercantum di dalam perjanjian. Kondisi rumah yang baik tidak hanya dari segi fisik, tetapi  juga non fisik. Kondisi non fisik yang dimaksud adalah kondisi rumah secara hukum; rumah yang disewakan harus bersih dari sengketa dan tidak sedang dijaminkan.
Sementara pihak penyewa berkewajiban untuk menggunakan dan menempati rumah tersebut sesuai dengan fungsinya. Selain itu perlu dijelaskan di dalam klausul hak dan kewajiban, siapa yang akan membayar tagihan biaya yang timbul selama penyewa menempati rumah tersebut (seperti listrik, telepon, dan air).
Bila biaya-biaya tersebut ditanggung oleh penyewa, usahakan Anda meminta uang jaminan kepada penyewa pada saat pembayaran uang sewa pertama kali. Uang jaminan ini digunakan bila ada tunggakan tagihan pemakaian listrik atau telepon, setelah penyewa meninggalkan rumah.
Bila uang jaminan tidak Anda sertakan dalam kluasul perjanjian, ditakutkan pada akhir perjanjian sewa-menyewa rumah, penyewa meninggalkan tunggakan tagihan dalam jumlah yang besar.
Di lain pihak, pembayaran tagihan pajak bumi dan bangunan (PBB), dibebankan kepada pemilik rumah. Penyewa tidak ada kewajiban untuk membayar tagihan PBB. Menurut Cyntia, pembayaran PBB rumah yang disewakan dikenakan kepada siapapun yang mengambil manfaat atas rumah/tanah yang bersangkutan. Dalam hal ini Anda sebagai pemilik rumah wajib membayar PBB bila sudah jatuh tempo.
Penetapan Jangka Waktu dan Biaya Sewa
Klausul lain yang perlu diperhatikan dan harus dicantumkan di dalam perjanjian selain hak dan kewajiban adalah klausul jangka waktu sewa dan biaya sewa. Ketika berakhir masa perjanjian sewa menyewa, maka berakhir pula hak penyewa untuk menempati rumah tersebut. Jika penyewa tidak mau memperpanjang masa kontrak, maka penyewa harus meninggalkan rumah tersebut dan mengembalikan rumah dalam keadaan baik. Namun bila ternyata penyewa tetap menginginkan rumah tersebut dan Anda tetap menyewakannya maka perlu disiapkan perjanjian yang baru.
Jangka waktu sewa harus Anda tentukan sendiri. Bila Anda tidak mau repot dengan urusan perpanjangan perjanjian sewa menyewa maka Anda bisa membuat jangka waktu sewa antara 1 sampai 2 tahun. Namun, bisa juga Anda membuat jangka waktu perjanjian yang pendek, seperti 6 bulan sekali.
Besarnya harga sewa rumah ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara Anda dengan penyewa. Ada baiknya sebelum menetapkan harga, Anda survei harga sewa rumah di daerah sekitar terlebih dulu. Dengan demikian harga sewa yang ditetapkan wajar; tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Kesepakatan waktu pembayaran juga bisa dinegoisasi dengan penyewa. Idealnya, pembayaran dilakukan pada awal perjajian. Akan tetapi bisa juga pembayarannya dicicil. Sebagai contoh, pembayaran dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali untuk jangka waktu sewa 1 tahun.
Selama masa perjanjian, meskipun pembayaran tidak dilakukan penuh pada saat awal perjanjian, Anda tidak diperbolehkan untuk menaikkan harga sewa rumah secara sepihak. Kenaikan harga sewa diperkenankan setelah masa perjanjian sewa menyewa selesai.

Pengembalian Uang Sewa

Seluruh pembayaran uang sewa yang sudah dibayarkan tidak bisa diminta kembali oleh pihak penyewa, kecuali pihak penyewa dirugikan oleh pemilik rumah. Bila rumah yang disewa musnah dan tidak bisa dihuni kembali, pemilik rumah harus mengembalikan uang sewa sesuai dengan waktu yang tersisa. Sedangkan bila rumah musnah hanya sebagian saja, hubungan sewa menyewa dapat dilanjutkan berdasarkan kesepakatan.
Aturan Lain Bagi Penyewa
Meskipun sudah membayar sewa, penyewa harus tetap tunduk pada aturan yang diberikan Anda sebagai pemilik rumah. Aturan-aturan yang dapat diberlakukan (sesuai dengan PP no. 44/1994) di antaranya adalah sebagai berikut.
- Penyewa dilarang menyewakan kembali rumah yang disewa, kepada pihak ketiga tanpa izin tertulis dari Anda.
- Penyewa dilarang mengubah bentuk bangunan tanpa ijin dari Anda.
- Penyewa wajib menyarahkan kunci rumah kepada Anda bila masa kontrak sudah selesai.
Info
Pemindahan hak milik atas rumah yang sedang dalam perjanjian sewa menyewa tidak mengakibatkan hapusnya atau terputusnya hubungan sewa menyewa rumah. Penyewa tetap dapat tinggal di rumah tersebut meskipun pemiliknya sudah berganti. (ALF / Foto: mancity | www.sxc.hu)
---
http://www.tabloidrumah.com

Memilih Lokasi Hunian di Jabodetabek (3)


Sudah banyak kasus calon konsumen rumah dirugikan akibat buruknya komitmen pengembang dan sering ingkarnya mereka atas janji-janji yang dulu dipaparkan saat menawarkan produk.


Seorang calon pembeli rumah sudah membayar tak kurang dari Rp.50 juta sebagai uang muka bakal rumahnya. Dalam perjalanan, lokasi calon rumahnya itu ternyata akan dilewati oleh proyek jalan tol. Ratusan orang mengalami hal yang sama dan menuntut pengembang mengembalikan uang yang sudah disetor plus bunganya. Pengembang ingkar dan kasusnya berlarut-larut.
Warga di perumahan lain juga dibuat kesal, karena janji pengembang yang akan membangun arena pusat kebugaran (sports club ) cuma tinggal janji. Belakangan malah sebuah sekolah menengah atas berdiri di atas lahan yang tadinya dijanjikan untuk arena sports club itu. Akibatnya, lalu lintas dan ketenangan warga jadi terganggu karena munculnya sekolah baru di perumahan mereka.

Di tempat lain, seorang pembeli rumah harus marah-marah ke developer gara-gara jalan umum yang menuju lokasi rumahnya tidak segera diperkeras sekalipun sudah banyak warga yang menghuni. Akibatnya, jalanan menuju rumah sudah layaknya sungai. Bergelombang di kala kemarau, dan menggenang di musim hujan.

Kasus-kasus semacam ini ratusan, bahkan mungkin ribuan. Hanya segelintir saja yang terekspos ke permukaan karena pada umumnya warga malas mengadukannya, atau putus asa, atau sebenarnya ingin mengadu tapi tak tahu mengadu ke mana.

Pelanggaran Komitmen Terbanyak
Kasus yang paling banyak terjadi yang mengakibatkan konsumen dirugikan adalah jadwal serah-terima kunci yang meleset dari yang sudah dijanjikan. Melesetnya pun tidak pernah lebih cepat dari jadwal. Selalu lebih lambat. Bahkan sudah menjadi sebuah kelaziman bahwa serah terima kunci seolah-olah memang HARUS terlambat. Hampir tidak ada developer yang memberikan garansi tertulis yang disertai kompensasi-kompensasi yang jelas bilamana bangunan yang sudah dibeli konsumen telat waktu penyerahan kuncinya. Betapa menariknya dan tergodanya konsumen bila ada developer yang melakukan hal ini dan barangkali jika itu dilakukan dapat menjadi sebuah tools marketing yang dahsyat.
Pelanggaran lain yang tak kalah banyak adalah penanganan komplain yang tidak memadai manakala ada bangunan yang cacat (retak, bocor, tidak sesuai spesifikasi yang dijanjikan, dan sebagainya). Garansi biasanya diberikan selama kurun waktu 100 hari atau 3 bulan sejak serah terima kunci. Yang banyak terjadi, sebelum 3 bulan bangunan memang berfungsi baik, tapi setelahnya mulai muncul masalah. Masalah lain, bagaimana bila rumah diserahkan pada musim kemarau, sementara hujan yang pertama kali mengguyur setelah rumah dihuni baru baru terjadi setelah masa 100 hari itu habis. Alangkah hebatnya dan akan menjadi sebuah sarana promosi yang hebat jika garansi terhadap kebocoran rumah misalnya, diberikan setelah rumah tersebut diterpa hujan.
Maka, calon konsumen sudah seharusnya sangat cermat memperhatikan dan mencermati komitmen yang diberikan secara tertulis maupun lisan oleh pengembang saat mereka menawarkan produknya.
Jika komitmen tertulis dengan mudah didapat, bagaimana membuktikan komitmen yang disampaikan secara lisan oleh tenaga marketing pengembang tersebut? Kita bisa memanfaatkan ponsel yang memiliki kemampuan rekam sangat memadai untuk mendokumentasikan janji-janji ini. Bisa direkam secara terbuka maupun sembunyi-sembunyi.
Namun yang lebih penting dari itu, komitmen pengembang dalam membangun sebuah kawasan atau perumahan dapat terlihat secara fisik dari infrastruktur yang disediakan di situ, sampai dengan hal-hal remeh-temeh seperti bagaimana pepohonan dirawat. Kita bisa menilik bagaimana sarana jalan yang ada, apakah cukup luas atau cuma sedikit lebih lebar dari gang senggol. Bagaimana drainase diatur, bagaimana dan seperti apa fasilitas umum yang disediakan, juga secara mudah gampang dinilai. Bahkan bagaimana tampilan fisik kantor pemasaran, cara karyawannya melayani konsumen, sampai dengan bagaimana pepohonan dan taman dirawat akan menunjukkan filosofi dan komitmen pengembang dalam membangun kawasan atau kompleks hunian tersebut secara keseluruhan.
Pengembang yang sekadar “menjual unit” akan berbeda dengan pengembang yang berkomitmen membangun kawasan atau menawarkan hunian nyaman yang terkonsep matang. Pengembang yang sekadar mengeruk untung akan berbeda dengan pengembang yang memiliki perspektif dan menawarkan sebuah nilai investasi bagi konsumen. Mereka yang sekadar menjual unit umumnya tak akan memperhatikan segala sesuatu yang berada di luar kawasan. “Bagaimana sarana jalannya, bagaimana sarana transportasinya, bagaimana interaksinya dengan lingkungan sekitar, bukanlah urusan kami,” begitu kurang lebih kalau diterjemahkan.
Nah, untuk mengetahui dan mengukur komitmen semacam ini, mau tak mau konsumen harus mengeluarkan tenaga ekstra dengan melihat langsung ke lokasi, mengamati dan mencermati semua hal yang ada di sepanjang jalan menuju lokasi. Sangat mustahil mencium komitmen ini hanya dari brosur yang dicetak, apalagi kata-kata memikat dari tenaga pemasarnya yang rapi jali atau cantik rupawan.
Padahal, dengan kunjungan ke lokasi, calon konsumen akan dapat menilai komitmen pengembang tersebut, dan kemudian dapat memastikan, apakah investasi yang kita lakukan atas calon rumah tersebut akan berprospek atau ngehek. (Alois Wisnuhardana / Foto: Tan Rahardian)..
---
http://www.tabloidrumah.com


Memilih Lokasi Hunian di Jabodetabek (2)


Jika jarak bukan lagi dewa yang harus diagungkan dalam mencari rumah, hal apa yang perlu dipertimbangkan saat kita berburu rumah untuk tempat tinggal? Perhatikan yang satu ini: Layanan publik, terutama sekolah untuk si kecil!
Sayangnya, seringkali layanan publik berbanding lurus dengan lokasi  di pusat kota. Nyaris tidak ada tempat pelayanan dan hiburan yang bisa diakses publik berada di tempat terpencil atau jauh dari keramaian. Semua fasilitas pelayanan atau fasilitas untuk publik, baik yang sifatnya komersial (mall, pasar, rumah sakit, sekolah) maupun yang non komersial (taman publik, tempat pengurusan surat kendaraan, perpanjangan SIM dan STNK, pengurusan paspor, pengurusan pajak, dan sebagainya) sudah menjadi kodratnya untuk berada di tengah kota.
Namun bila Anda jeli dan pintar, ada jenis layanan yang sifatnya rutin setiap hari (sekolah anak-anak), ada yang sifatnya rutin tapi cuma sekali seminggu atau sebulan (belanja di mall atau pasar). Malah ada yang cuma sekali setahun (misalnya perpanjangan STNK) atau bahkan lima tahun (paspor, SIM), dan ada yang sifatnya tidak rutin tergantung kebutuhan, misalnya rumah sakit. Maka, konyol sekali memilih/mencari lokasi rumah hanya karena pertimbangan lokasinya dekat dengan SAMSAT. Setahun sekali saja kadang-kadang kita minta tolong jasa calo…
Layanan publik yang rutin kita akses setiap hari seperti sekolah  sebaiknya ada dalam jarak dekat dari calon lokasi rumah adalah sekolah untuk anak-anak Anda. Namun, kadang-kadang ada yang beranggapan bahwa kualitas sekolah berbanding lurus dengan umurnya. Makin tua sekolahnya, makin bagus kualitasnya. Dan pada umumnya, sekolah-sekolah yang berumur bangkotan lokasinya berada di tempat strategis, sementara harga tanah/rumah di sekitarnya sudah melambung ke langit ketujuh.
Kawasan yang dirancang secara tepat dan benar umumnya memikirkan secara baik ketersediaan fasilitas umum semacam sekolah ini. Dan cara yang diambil juga jitu, yakni pengembang memberikan kemudahan bagi pengelola sekolah ternama dan sudah dipercaya masyarakat luas karena reputasinya seperti Al-Azhar, Santa Ursula, BPK Penabur, Marsudirini, Tarakanita, dan sebagainya, untuk dapat mendirikan sekolah di kawasan pemukiman tersebut.
Ada juga pengembang-pengembang besar yang menyediakan layanan pendidikan karena group pengembang tersebut juga berkecimpung di sektor pendidikan. Lippo Group, Pembangunan Jaya adalah beberapa contoh di antaranya. Sedangkan pengembang yang tidak memiliki portofolio atau kiprah di sektor pendidikan lebih memilih menggandeng lembaga pendidikan yang sudah kredibel seperti disebut di atas.
Ketika memutuskan untuk mencari lokasi hunian, ketersediaan sekolah yang bagus dan sesuai dengan kriteria yang Anda bayangkan tentang lembaga pendidikan seharusnya menjadi faktor PERTAMA dalam memilih lokasi hunian. Pendidikan untuk anak-anak bersifat jangka panjang, dan setidaknya diperlukan  waktu 8-9 tahun sebelum si anak dapat kita lepas secara lebih mandiri untuk mengakses pendidikan di tempat yang lebih jauh, yakni ketika mereka sudah memasuki jenjang SMP. Bisa dibayangkan jika sang anak yang masih bersekolah di TK atau SD harus menempuh jarak lebih dari 15 km hanya untuk belajar. Energinya sudah habis di jalan. Jarak yang ideal adalah sampai dengan 10 km dari rumah.
Nah, jika Anda sedang mencari-cari informasi rumah, coba deh cari dulu informasi tentang ketersediaan layanan pendidikan ini. Apakah jenis lembaga pendidikannya sesuai dengan kriteria Anda? (Alois Wisnuhardana / Foto: Jou Endhy Pesuarissa)
---
http://www.tabloidrumah.com

Memilih Lokasi Hunian di Jabodetabek (1)


Faktor jarak sering menjadi pertimbangan kita saat memilih lokasi hunian yang hendak dibeli. Ternyata, ia tak cukup bisa dijadikan patokan untuk menjadi satu-satunya kriteria untuk memilih hunian yang ideal. Mengapa demikian?

Mengukur waktu tempuh berdasarkan jarak, di Jakarta ini sama seperti  menebak ke arah mana bajaj hendak berbelok. Hanya si sopir bajaj dan Tuhan yang tahu dia hendak belok ke mana. Tingkat kemacetan sudah bukan lagi tidak bisa ditebak. Jakarta sudah pasti macet. Menebak titik-titik mana yang rawan macet juga sudah mustahil. Semua titik nyaris macet.

Maka, jika Anda mempertimbangkan memilih/membeli brosur hanya karena Anda tergoda lokasinya hanya 30 menit dari Semanggi, 5 menit dari Bundaran Hotel Anu, 2 menit dari Perempatan Pepsi, 10 menit dari Patung Selamat Tinggal, itu seperti Anda naik angkutan salah trayek. Pasti bakal kesasar.

Di Jakarta, waktu tempuh berbanding lurus dengan akses dan infrastruktur jalan, bukan dengan jarak. Maka, pilihan terbaik untuk mencari lokasi pertama-tama adalah ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai menuju lokasi. Jarak 10 kilometer dengan infrastruktur jalan hanya 2 atau 3 jalur sudah jelas berbeda dengan 20 kilometer dengan jalan 4 atau 5 jalur.

Jarak juga berkaitan dengan dengan sarana transportasi. Lokasi hunian di Bogor yang berjarak 60 km dari Jakarta atau di Serpong yang berjarak sekitar 25 km dari Jakarta pasti berbeda jika kita tempuh dengan sarana kereta api, dibandingkan dengan mobil misalnya. Nah, karena pilihan transportasi ini sifatnya sangat terbuka dan banyak pilihannya, maka memilih lokasi hunian sebaiknya juga mempertimbangkan moda transportasi apa yang akan Anda gunakan sehari-hari?

Kita seringkali keliru menetapkan pilihan, semata-mata hanya karena sebuah moda transportasi sudah lazim kita gunakan. Mobil atau motor misalnya. Kita memilih menggunakannya hanya karena kita sudah familiar dan terbiasa, lalu menutup kemungkinan untuk beralih dengan moda transportasi lain hanya lantaran kita tidak pernah menggunakannya, atau hanya menggunakannya sesekali dalam setahun. Khawatir bahwa moda itu tidak bersahabat, sarana transportasi itu berbahaya, atau pilihan itu mengerikan. Padahal, kita belum mengenalinya lebih dalam, dan menilainya sekadar dari permukaan. Atau bahkan cuma dari cerita orang atau kabar burung.

Oleh karenanya, jangan lagi pernah mempertimbangkan membeli atau memiliki hunian hanya semata-mata karena faktor jarak. Pertimbangkan faktor lainnya. Simak apa saja faktor yang lain di seri berikutnya. (Alois Wisnuhardana/Foto: Tan Rahardian)
---
http://www.tabloidrumah.com

Monday, March 25, 2013

Bale Bengong, Gazebo ala Bali


Bersantai tidak harus di dalam rumah. Di luar pun oke, seandainya saja ada gazebo.
Gazebo merupakan salah satu elemen keras sebuah taman. Yang dimaksud dengan elemen keras adalah elemen yang mempunyai sifat tidak hidup (bukan tanaman). Dengan adanya elemen keras ini, karakter sebuah taman akan terlihat lebih kuat.
Saat ini hampir seluruh negara mengenal gazebo. Sejak ribuan tahun yang lalu, gazebo sudah banyak dibangun, di antaranya di Cina dan Jepang. Pada saat itu gazebo digunakan sebagai tempat untuk minum teh. Tak heran bila gazebo disebut juga dengan teahouse.
Bentuk gazebo beragam, ada yang berbentuk lingkaran, segi empat, atau segi enam. Penyebutan nama gazebo berbeda-beda di setiap negara dan daerah. Di Bali, ada bangunan yang menyerupai gazebo, dikenal dengan nama bale bengong.
Tempat untuk Santai
Karena sudah teradaptasi dengan daerah Bali, bale bengong menjadi bagian gaya arsitektur Bali. Bangunan yang bersifat permanen ini berfungsi sebagai ruang informal, tempat untuk bersantai dan beristirahat sambil menghirup udara segar dan melihat taman di sekelilingnya.
Dahulu (dan sampai sekarang) di beberapa daerah di Bali, bale bengong digunakan sebagai tempat untuk mengeringkan atau meletakkan hasil panen seperti padi sebelum masuk ke lumbung padi pada saat musim panen tiba.
Struktur Utama
Bale bengong sebenarnya adalah rumah kecil yang terbuka dan dibangun di area terbuka atau di lahan taman. Letaknya terpisah dari bangunan rumah induk. Struktur utamanya terletak pada kolom yang mendukung atap. Jumlah tiang yang terbuat dari kayu umumnya berjumlah 4, tetapi ada juga yang lebih, tergantung dari ukuran bangunannya. Atapnya terbuat dari bahan sirap atau dapat juga dari alang-alang.
Bale bengong menggunakan pondasi menerus sebagai tumpuan utama beban struktur di atasnya, yaitu beban dari tiang kolom dan atap. Sedangkan alas lantainya terbuat dari susunan bata atau beton. Pada lapisan permukaan di atasnya diberi bahan penutup lantai dari keramik atau batu alam. Di samping itu dapat juga menggunakan lapisan acian semen. Dengan lapisan seperti ini, bila akan duduk di bale bengong, lantainya perlu dialasi tikar atau kain.
Lantai bale bengong biasanya dibuat 30 cm – 60 cm lebih tinggi dari tanah. Hal inilah yang menjadi ciribale bengong. Dulunya, ketinggian ini mempunyai fungsi sendiri, yaitu agar ketika bersantai duduk di lantai bale bengong, Anda tidak terganggu binatang yang mendekati Anda.
Nah, bila Anda ingin bersantai di taman, gazebo ala Bali ini bisa menjadi alternatif pilihan....
---
www.tabloidrumah.com

Rumah & Desain Dapur Modern Gaya Klasik


Dapur adalah tempat untuk beraktifitas sehari-hari untuk seorang perempuan untuk menyiapkan / menyajikan masakan /makanan setiap hari, baik itu pagi siang sore ataupun malam. 
DESAIN DAPUR MODERN DENGAN GAYA KLASIK
dan dapur juga sering di jadikan satu dengan ruang makan bersama sama keluarga. 
bagi mereka yang mencintai tampilan alami, dapur modern tetapi bernuansa  klasik dengan unit kayu cantik yang mewah dengan sentuhan desain yang alami. 
setiap detail detil desainya menyajikan keindahan meterial berkualitas tinggi sehingga terlihat alami. dan bisa juga dilengkapi dengan furnitur-furnitur yang alami agar menambah kesan alam yang alami dan harmonis.
Dapur saat ini memberikan peran yang sangat penting dalam rumah kita, karena dapur selain menjadi tempat memasak, dapur juga merupakan area dimana seluruh anggota keluarga kita berkumpul untuk makan bersama dan berinteraksi satu sama lain dalam keluarga.  
jika dahulu kala letak sebuah dapur di belakang rumah dan tak terlalu di perhatikan keberadaannya namun kini dapur di letakkan di bagian tengah hunian dan desainya tampil yang luar biasa serta mutakhir.
Tampilan dapur saat ini memang cenderung terbuka serta menyatu dengan ruangan lainya. untuk itu desain dapur modern dengan gaya klasik saat ini memang sedang di gemari oleh bayak orang karena tampilan yang indah menjadi pilihan yang favorit saat ini.
Dapur terdiri dari beberapa macam tipe dan juga di sesuaikan dengan luas rumah. dapur dengan tipe single line dan double line cocok untuk rumah minimalis seperti apartemen atau town house, sedangkan dapur tipe U lebih cocok untuk hunian yang luas dan ini bisa di lengkapi dengan meja berbebentuk islan...
----
sumber : rumahuni.com
http://imam2net.web.id

Rumah & Furnitur untuk Ruang Sempit


Salah satu cara menghadirkan kesan luas pada ruang adalah dengan menggunakan furnitur yang tidak menghalangi pandangan. 


Furnitur sebaiknya bukan berupa benda yang tinggi besar dan berkesan “berat”. Pilihlah model furnitur yang rendah dan ramping. Sebaiknya dinding rumah sebagai “latar belakang” furnitur - minimal setinggi pandangan mata - masih tetap terlihat. Dengan demikian furnitur Anda tidak “menghabiskan” seluruh permukaan dinding. Lebih baik lagi bila furnitur bisa berfungsi lebih dari satu (multifungsi).

Selain menggunakan furnitur yang serba ramping, pilihlah furnitur yang berwarna muda, misalnya coklat muda, hijau muda, dan lain-lain. Kelompok warna ini memberikan kesan luas pada ruang karena cerah dan bersih. Sebaliknya gradasi ke arah warna gelap menciptakan kesan “berat” dan melelahkan mata. 
(Iwa Misbah, Praktisi dan pengamat desain)
---
www.tabloidrumah.com

Sunday, March 24, 2013

Rumah & Batu Alam Untuk Aplikasi Pada Pagar Rumah Tinggal


Pagar-batu alam minimalis andesite.
Salah satu material yang banyak digunakan untuk aplikasi pagar adalah batu alam. walaupun ada beberapa batu alam yang sifatnya menyerap air, namun sebagian besar batu alam bersifat “anti air”. 
Beberapa jenis batu alam yang tahan terhadap perubahan cuaca maupun air antara lain: Batu Andesit, batu templek, batu palimanan, batu hijau sukabumi, dan batu marmer.
Penggunaan material batu semakin menggantikan peranan kayu dan besi yang dulu mendominasi bahan pembuatan pagar rumah tinggal. selain itu, corak alami dari batu alam memberikan nilai estetika keindahan yang lebih alami. dan juga membuat rumah tinggal terasa lebih sejuk. hal ini dikarenakan karakter batu alam yang menyerap panas.
Pemilihan bahan batu alam untuk pagar sangat mempengaruhi nuansa dari keseluruhan desing rumah.selain dari segi estetika keindahan, batu alam memberikan kesan kokoh terhadap bangunan, namun tetap sedap dipandang...
---
http://www.developerbangunrumah.com

Rumah & Desain Rumah Minimalis Type 90


Setelah anda akan berkeluarga, tentunya anda  kan mulai memikirkan dimana anda akan tinggal dengan calon istri anda . bila anda menginginkan rumah yang tidak terlalu besar tapi berkesan menarik. Maka tidak salah bila pilihan jatuh pada rumah minimalis type 90. 
Dimana Desain rumah minimalis type 90 ini terdiri dari 2 lantai pada kavling tanah ukuran 6 m x 11 m, dengan lahan yang sangat terbatas, maka tuntutan untuk mendesain rumah dengan layout yang fungsional sangatlah diperlukan.
Sehingga dalam proses pegerjaannya sanagat diperlukan kecermatan yang tepat, dimana sdalam proses pergerjaanya, ruang yang dibangun memang sesuai dengan fungsinya serta sesuia dengan tema minimalis.  
Adapun ruang yang akan terbentuk yaitu, ruang yang tercipta di lantai 1 adalah: ruang tamu, ruang keluarga yang digabung dengan ruang makan, ruang tidur utama yang terletak di sebelah kiri. untuk dapur terdapat di sisi kanan bangunan. Untuk garasi kapasitas 2 mobil sedangkan carport untuk 1 buah mobil.
Lantai 2 terdiri atas ruang tidur anak 2 buah, kamar mandi dan balcony. Untuk ruang dibawah atap/genteng (mezzanine) dimanfaatkan untuk storage atau SOHO. Luas ruangan secara keseluruhan adalah 96 m2, dengan waktu pengerjaan 4 bulan kalender.
Selain itu juga, Desain Fasad bangunan juga masih dapat diaplikasikan walaupun ukuran denah bangunan dirubah menjadi 6 m x 12 m, 6 m x 15 m, 8 m x 12 m, atau 8 m x 15 m. Jika tanah ada berukuran lebih besar, maka bisa ditambahkan taman dibagian tengah atau dibelakang ruang makan. Bisa juga memisahkan antara ruang keluarga dan ruang makan, dan memindahkan posisi dapur kebagian belakang didepan ruang tangga.
Untuk soal biaya, anda tidak perlu khawatir. Dengan kelebihan yang ditawarkan oleh rumah minimalis type 90 diperkirakan akan memakan biaya untuk proses membangun rumah type 90 seperti gambar desain diatas adalah sebesar: 2 juta/m2 dan estimasi biaya produksi total untuk rumah seluas 96 m2 adalah sebesar: 195 juta rupiah. 
Dan Tentunya, sekedar catatan untuk perkiraan ataupun taksiran biayanya harus disesuaikan dengan upah pekerja dan harga material dikota anda, dan biaya diatas tidak termasuk harga tanah (hanya harga/biaya produksi rumahnya saja).
Dengan posting artikel ini, nantinya akan menjadi bahan referensi dalam memilih rumah yang nantinya akan anda tempati dengan keluarga anda. dan akhirnya semoga desain rumah minimalis type 90 seperti yang telah dijelaskan dan digambarkan  seperti yang diatas dapat bermanfaat buat anda. sehingga nantinya  dengan semoga kebahagiaan selalu menyertai anda dan keluarga anda nantinya....
---
http://www.developerbangunrumah.com

Rumah & Desain Rumah Minimalis Modern


Apakah Anda termasuk pecinta rumah minimalis? dan anda sangat berselera tinggi dalam mementukan rumah tersebut?
 
maka anda tepat bila adna memilih desain rumah yang modern sebagai pilihan hunian anda dan keluarga anda. memang tidak dapat dipungkiri bahwa  Desain rumah minimalis modern saat ini sedang banyak digandrungi para pecinta desain minimalis untuk desain rumah, karena desain ini tidak membutuhkan perencanaan yang ruwet dan rumit, cukup rapi cukup bersih cukup indah dan nyaman untuk ditempati. dan ini sangat banyak disukai banyak orang dan mungkin anda juga termasuk didalamnya.
Memang Hampir semua perumahan sekarang sudah menagdopsi gaya minimalis yang saat ini memang sedang naik daun untuk desainnya. alasannya adalah Pengerjaan yang simple, perencanaan yang mudah, dan tentu saja dari segi budget yang kita miliki mungkin sangat bersahabat untuk desain yang hampir mirip seperti desain rumah minimalis modern yang ada pada gambar diatas. jelas itu sangat menarik perhatian banyak orang inign memiliki hunian yang nyaman tapi harganya tidaklah terlalu mahal.
Satu hal lagi yang perlu anda ingat untuk tipe desain rumah ini. yaitu dimana desain rumah minimalis modern yang unik, terdapat atap rumah hampir mirip dengan model atap rumah jaman dulu alias rumah tradisional yang ada dulu, karena ditampakkan pada layout tampak depannya jadi hampir mirip atap rumah dulu. Meskipun semua atap rumah minimalis hampir seperti ini, kebanyakan, namun jika mencermatinya hampir semua sisi pada atap diatas tertutup, sedang untuk model atap minimalis yang sudah banyak ada hanya sebagian atap, atau sisi sebelah saja yang tertutup. selain menarik dan nyaman untuk dihuni, rumah minimalis ini memiliki khas tersendiri.
Untuk soal desain seperti tampak pada gambar diatas, cukup mewah dan elegan jika dilihat tampak depan, namun kelemahan tampak pada desain ini, yakni tanpa memiliki pagar rumah, padahal kesan minimalis itu jadi lebih nampak, karena pagar rumah yang minimalis juga ikut mendukung tampilan konsep minimalis yang ingin kita terapkan pada rumah tinggal kita. dan untuk hal keamanan, maka disarankan ditmbah pagar untuk menghindari hal yang tidak ingin terjadi. bukan kah lebih baik mempunyai rumah minimalis yang nymana dan menarik tetapi juga aman untuk dihuni? itu tergantung  denga pilihan anda sendiri...


---
http://www.developerbangunrumah.com

Rumah123 DotCom - Property Rumah