Friday, May 12, 2017

8 Panduan untuk Memulai Karir Sebagai Agen Properti



8 Panduan untuk Memulai Karir Sebagai Agen Properti



Perkembangan sektor properti yang semakin positif, pada akhirnya juga membuka peluang karir baru yang ternyata cukup menggiurkan bagi banyak orang, sebagai broker atau agen properti.
Bagi agen properti pemula mungkin akan memulainya dengan membaca buku panduan dan berusaha bergabung di kantor broker ternama. Padahal ada banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai karir sebagai agen. Mulai dari mempelajari tips penjualan, ilmu pemasaran, dan teknologi real estate terbaru.
Nah, daripada bingung darimana harus memulai, simak delapan tips dari Rumah.com berikut ini yang akan memandu Anda untuk menjadi agen sukses.



1.    Buat Persiapan dan Rencana
Banyak orang memilih profesi agen karena waktunya yang fleksibel. Namun hal ini pula yang menjadi penyebab utama berakhirnya karir banyak agen. Jangan ikuti kemana alur kerja mengalir, namun buat rencana yang jelas mengenai apa yang harus dilakukan setiap harinya.
Sebagai contoh, mengiklankan dua listing online setiap harinya. Dengan membuat target pemasaran harian maka Anda bisa menjual proyek properti dengan lebih cepat.

2.    Bangun Figur yang Meyakinkan
Kebanyakan agen baru memilih bergabung dengan broker ternama untuk memulai karirnya karena diyakini akan mempermudah untuk mendapatkan koneksi atau klien baru. Meski demikian, Anda tetap harus membangun profil yang meyakinkan guna menarik konsumen.
Didorong dengan strategi pemasaran yang jitu, membangun brand yang professional tentunya akan mempermudah bisnis Anda.
Jadi meskipun berada di dalam tim yang besar, posisikan diri Anda sebagai bintang penjualan di dalam tim.

3.    Manfaatkan Media Online
Dikutip dari laporan Google dan NAR, sekitar 90 persen calon pembeli rumah mencari proyek properti lewat media online. Untuk itu sangat penting memanfaatkan media online sebagai salah satu media pemasaran proyek properti Anda.
Langkah awal yang bisa dilakukan ialah dengan membuat blog atau memasang iklan melalui portal website seperti Rumah.com. Sebagai agen baru, portal properti seperti Rumah.com dapat membantu Anda menjangkau calon pembeli prospektif dalam 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.

4.    Bersosialisasi dan Perluas Koneksi
Agen properti akan bersentuhan dengan banyak pihak, mulai dari customer, notaris, dan developer. Untuk itu koneksi yang luas sangat berpengaruh terhadap kesuksesan Anda.
Nah, untuk membangun koneksi sosial secara cepat, Anda bisa memanfaatkan media sosial sebagai alat berkomunikasi dengan klien.
Sisihkan waktu Anda setiap harinya untuk menyapa komunitas sosial, serta mengirimkan konten yang bermanfaat untuk meningkatkan leads secara signifikan.

5.    Kelompokkan Klien Anda
Sebagai orang baru, Anda mungkin akan dihadapkan pada banyak kondisi dan keadaan yang tidak terduga. Beberapa klien mungkin dengan mudah melupakan Anda, namun jangan fokus pada satu dua orang saja.
Layani setiap klien Anda dengan baik, dan kelompokkan sesuai demografi dan kebutuhannya masing-masing. Dengan demikian anda akan lebih mudah memberi informasi akan properti yang mereka butuhkan.



6.    Persempit Area Spesialis Anda
Sama seperti profesi lainnya, seorang agen yang profesional harus memiliki spesialisasi. Pilih salah satu bidang yang menarik untuk Anda pelajari lebih mendalam.
Misalnya mengambil pelatihan atau seminar mengenai green building agar bisa menjadi konsultan bagi klien yang hendak mencari properti yang berstandar hijau.
Dengan spesialisasi yang dimiliki, Anda bisa membuat branding ahli pada bidang tertentu sehingga dapat mengembangkan bisnis dengan lebih cepat.

7.    Perkaya Pengetahuan
Belakangan ini klien tidak hanya membutuhkan agen sebagai perantara transaksi jual beli properti saja, namun juga sebagai konsultan. Untuk itulah agen yang baik seharusnya memiliki pengetahuan yang luas seputar dunia properti.

 Untuk itu ikuti beberapa pelatihan atau seminar seputar properti dan dunia pemasaran untuk memudahkan Anda dalam memandu klien untuk menentukan pilihan propertinya. Agen yang terpercaya juga wajib memiliki sertifikat dan SIU-P4.

8.    Bersikap Profesional
Untuk menjaga kredibilitas dan integritas Anda sebagai agen pemula, selalu terapkan sikap yang profesional terhadap agen dan koneksi Anda. Jadilah agen yang jujur dan baik dalam bertindak.
Selalu membalas email atau menelpon kembali panggilan tak terjawab. Hubungi klien di jam kerja. Dan minta maaf jika melakukan kesalahan. Perlakukan setiap orang secara adil. Sikap yang profesional akan membuat klien Anda merasa dihargai dan memperbesar kemungkinan Anda untuk mendapatkan referensi dari mereka.

Ini Rahasia Sukses Agen Properti Independen








Ini Rahasia Sukses
Agen Properti Independen!


Harus diakui, menjadi agen properti independen bukanlah hal yang mudah jika dibandingkan dengan agen yang bergabung pada perusahaan broker properti. Agen independen tentunya harus mampu mempelajari dan menguasai dunia properti secara otodidak.
Bagi seorang agen, kelihaian bersosialisasi juga menjadi kunci untuk mendapatkan kepercayaan dari klien. Kesabaran dan konsistensi dalam menjalankan bisnis ini tentunya juga merupakan hal yang harus Anda miliki. Simak beberapa tips dari Rumah.com untuk menjadi agen properti independen pemula berikut ini.

Kelebihan vs kekurangan agen independen
Sebelum memulai karir sebagai agen properti independen, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui. Dari segi penghasilan, agen independen bisa mendapat komisi bersih yang lebih besar dari mereka yang bergabung dengan kantor broker.
Anda pun bisa menentukan sendiri waktu dan jadwal sesuai keinginan tanpa terikat dengan perusahaan.
Meski demikian harus diakui ada beberapa kekurangan menjadi agen independen. Mereka yang bergabung di kantor broker akan dilindungi oleh badan hukum. Hal ini bisa melindungi dari kejadian apabila ada pembeli yang tidak memberikan komisi kepada agen setelah transaksi selesai dilakukan.
Selain itu, Anda juga tidak mendapat ‘label’ agen resmi sehingga mungkin saja akan sedikit menyulitkan untuk mendapatkan kepercayaan dari klien.

Langkah-langkah menjadi agen independen

  • Mengumpulkan Listing 
      Untuk menjadi agen properti, kumpulkan dulu listing properti yang akan dipasarkan. Anda bisa mencarinya secara offline misalnya dengan mencari rumah yang memasang spanduk ‘dijual’.
Temui pemilik rumah dan tawarkan kerjasama di mana Anda akan membantu mencari calon pembeli serta menguruskan proses transaksi jual beli.
Jangan lupa membahas pula soal imbalan berupa komisi jika transaksi berjalan dengan sukses. Kemudian minta agar spanduk ‘rumah dijual’ tersebut mencantumkan nomor telepon Anda sebagai contact person.
Anda juga bisa mendapatkan listing dari developer atau pengembang properti yang tengah memasarkan produknya, baik yang siap huni maupun unit inden (memesan). Disini Anda akan menjadi tenaga pemasar lepas (sales freelance) yang bersedia memasarkan unit dan mendapat komisi yang disetujui bersama.

  • Memasarkan Listing
Setelah mendapat listing, kumpulkan informasi selengkap-lengkapnya mengenai properti tersebut. Mulai dari foto eksterior dan interior properti, sampai dengan foto jalan akses menuju proyek properti. Kemudian data pelengkap seperti deskripsi dan spesifikasi bangunan juga perlu Anda miliki.
Jika sudah terkumpul, Anda bisa memasarkan listing melalui portal properti online seperti Rumah.com.
Anda juga bisa memperluas peluang penjualan dengan memasarkan lewat media sosial atau promosi langsung dari mulut ke mulut.

  • Tahap Pemasaran dan Follow Up Klien
Untuk tahap transaksi, biasanya calon pembeli akan melakukan survei lokasi/properti setelah menghubungi Anda. Setelah melakukan negosiasi dan kesepakatan harga, calon pembeli akan memberikan uang tanda jadi.
Beberapa hari kemudian pembayaran uang muka dan pelunasan bisa dilakukan secara langsung atau melalui perantara pihak bank (pembiayaan KPR). Terakhir, penandatangan Akta Jual Beli dilakukan dengan disaksikan pihak notaris.

Mekanisme komisi dari agen independen
Berbeda dengan bekerja di kantor agen, Anda bisa mendapatkan komisi berdasarkan kesepakatan yang disetujui dengan pemilik properti. Misalnya jika pemilik ingin menetapkan harga bersih tanpa biaya transaksi, maka Anda bisa memberi banderol harga yang diinginkan.
Biaya transaksi ini mencakup beberapa hal:
  • Untuk properti baru ada biaya sertifikasi (pemecahan AJB dan BPHTB), biaya KPR (jika pembayaran melalui pembiayaan KPR), biaya notaris, biaya materai, dan pemeliharaan lingkungan.
  • Untuk properti seken, ada biaya ekstra seperti pajak pembeli, pajak penjual, AJB/Balik nama biaya notaris. Untuk NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) biasanya sudah tertera di PBB (Pajak Bumi dan Bangunan).

Sementara itu ada juga pemilik properti yang memberikan komisi pada broker independen sesuai persentase harga jual. Ada yang memberi 1%, 1,5% dan ada pula hingga 2,5%.


Faktor Pemicu Harga Properti Selalu Naik




Faktor Pemicu Harga Properti
Selalu Naik
  

Ketimbang berinvestasi saham, reksadana, atau obligasi, sebagian investor saat ini lebih melirik investasi properti sebab dipandang punya banyak keunggulan. Lantas seberapa menarikkah bisnis properti hingga menyebabkan nilainya nyaris tak pernah terjun drastis?
Harus terus dicamkan, bahwasanya fakta membuktikan luas daratan di bumi tidak pernah bertambah secara signifikan, (bahkan cenderung berkurang) sementara jumlah penduduk selalu meningkat. Hal ini berlaku di seluruh permukaan bumi, termasuk Indonesia.
Fakta lainnya adalah tidak akan pernah ada properti yang sama persis, khususnya mengenai lokasi. Faktor kelangkaan dan keunikan properti inilah yang menjadi pola pikir mendasar bagi sebagian besar pebisnis untuk berinvestasi di bidang properti.
Melansir Rumah.com, berikut faktor lain yang mengakibatkan harga properti terus meningkat tiap tahunnya.
1.    Kekurangan Hunian
Hingga tahun ini, Pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR mencatat backlog atau kesenjangan kebutuhan perumahan di Indonesia masih sekitar 11 juta unit.
Jumlah ini bisa jadi akan semakin meningkat seiring dengan angka pertumbuhan penduduk. Inilah yang akhirnya membuat harga rumah selalu naik, sebab permintaan yang meningkat tidak sejalan dengan pasokan huniannya.

2.    Sulitnya Mencari Rumah Kelas Menengah Bawah
Kebutuhan rumah untuk kalangan menengah ke bawah mempunyai porsi terbesar di Indonesia. Kelas menengah ke bawah ini adalah keluarga yang berpenghasilan di bawah kisaran Rp5 Juta per bulan.
Untuk mengatasi problem ini, Pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan bahu-membahu menyukseskan Program Sejuta Rumah yang diluncurkan sejak tahun 2015 silam. Hasilnya, di tahun 2016 pasokannya mencapai 805.169 unit rumah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

3.    Situasi Pasar yang Terbuka
Potensi pasar properti di Indonesia sangat terbuka luas untuk investor swasta di semua kelas, termasuk pasar kelas menengah ke bawah. Di mana hal ini tidak berlaku di luar negeri yang properti kelas menengah ke bawah diurus langsung oleh pemerintah.

4.    Investor Punya Kendali Sendiri
Jika Anda berinvestasi di sektor pasar modal seperti saham, reksadana, atau emas sekali pun, kondisi ekonomi secara global menjadi penyebab naik turunnya nilai investasi Anda. Hal ini tentu saja tidak dapat Anda kendalikan karena sifatnya yang mengikuti mekanisme pasar.
Inilah yang membedakan investasi jenis lain dengan properti, di mana harga akan cenderung selalu naik dan Anda dapat menentukan keuntungan investasi dengan cara memilih lokasi yang tepat maupun melakukan renovasi untuk meningkatkan nilai jual propertinya.

5.    Tidak Perlu Dijual Demi Untung
Investasi di pasar modal dan barang berharga seperti emas mengharuskan Anda untuk melakukan penjualan saat harga naik, jika ingin mendapatkan keuntungan. Di lain sisi, ini tidak berlaku pada investasi properti, karena Anda dapat memilih untuk menyewakannya kepada orang lain.
Keuntungan inilah yang menjadikan investasi properti di kota besar tubuh pesat. Bahkan Jakarta saat ini menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat nomor tujuh se-Asia. Klaim tersebut merujuk Survei Urban Land Institute dengan masukan dari Pricewaterhouse Coopers (PwC) LLP.


Langkah Cerdas Mengambil KPR




Langkah Cerdas Mengambil KPR


Punya rumah sendiri sudah pasti jadi impian banyak orang. Sayangnya harga rumah yang terus melambung tinggi sering membuat kita gigit jari. Usaha sekuat tenaga untuk mengumpulkan down payment selalu sia-sia karena terbentur kebutuhan lain.
Sebenarnya siapa saja bisa mewujudkan mimpi memiliki rumah sendiri. Namun, memang untuk membeli sebuah rumah diperlukan perencanaan yang matang. Saat ini ada dua cara yang bisa dilakukan untuk membeli rumah, yaitu secara tunai dan dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui bank.
Pembelian rumah dengan cara KPR merupakan yang paling banyak dipilih oleh masyarakat saat ini karena dirasa lebih meringankan.
Masalahnya sebelum menerima pengajuan Anda, bank memiliki penilaian sendiri terhadap pengajuan kredit KPR Anda. Untuk itu ada beberapa cara cerdas yang bisa Anda lakukan untuk memudahkan Anda mempersiapkan diridalam pengajuan KPR.


Buat Target Sejak Jauh Hari
Membeli rumah tentu berbeda dengan membeli sekadar barang elektronik, karena harganya jauh lebih tinggi.
Karena itu, Anda perlu mempersiapkan secara matang sejak jauh-jauh hari. Buat target harga rumah yang akan Anda beli dengan KPR.
Namun, Anda juga harus memperkirakan harga belinya di tahun-tahun mendatang. Hitung berapa kenaikan harga rumah per tahun sehingga perhitungan Anda tidak jauh berbeda saat Anda telah siap mengambil KPR.
Contoh: harga rumah yang ingin Anda impikan saat ini sekitar Rp200 Juta, maka perkiraan harga rumah sekitar 2-3 tahun mendatang senilai Rp300 Juta.
Dari nilai ini Anda bisa memperkirakan DP yang harus dibayarkan umumnya 30 persen dan biaya notaris. Jadi Anda bisa targetkan mulai dari sekarang berapa uang yang harus Anda kumpulkan untuk membayar biaya-biaya awal tersebut.


Membuat Buku Kas
Buku kas penting digunakan untuk mencatat secara rinci setiap pemasukan dan pengeluaran, sehingga arus keluar-masuk dana bisa lebih diketahui dengan jelas.
Ada banyak cara membuat buku kas, bisa secara manual ataupun Anda bisa memanfaatkan aplikasi buku kas online (lebih praktis karena perhitungan dilakukan secara otomatis).
Dengan adanya buku kas, Anda bisa menentukan kebutuhan prioritas dan mengetahui batas maksimum yang bisa Anda keluarkan setiap bulan. Dengan buku kas Anda pun bisa lebih disiplin dalam menabung.

Menabung di Bank yang Memiliki Fasilitas KPR
Saat ini banyak bank menawarkan fasilitas KPR, manfaatkan dengan baik fasilitas tersebut dengan cara membuka tabungan di bank-bank yang memberikan fasilitas KPR.
Bank tentu akan melihat hal ini sebagai poin penting referensi persetujuan jika suatu saat Anda mengajukan KPR di bank tersebut. Satu langkah lebih dekat menuju rumah impian, deh.
Beli Emas
Jika sudah mulai rutin menabung di bank setiap bulan, pikirkan cara untuk menambah pundi-pundi tabungan Anda dengan cara menabung emas.
Untuk diketahui, emas merupakan salah satu investasi yang bisa diandalkan karena nilainya jarang sekali tergerus inflasi bahkan cenderung naik.
Beli emas dengan uang tabungan untuk pembayaran DP rumah saat harga emas turun. Lalu, jual kembali di saat harga emas naik. Lakukan hal tersebut berulang-ulang, cara ini efektif untuk menambah tabungan KPR Anda.

Sesuaikan Angsuran KPR dengan Penghasilan
Jika tabungan sudah siap, tinggal pikirkan mengenai cicilan KPR. Usahakan nilai angsuran sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Jangan sampai cicilan KPR menjadi beban.
Ini harus dipikirkan secara rinci karena akan mengambil jangka waktu yang sangat panjang.
Peraturan bank umumnya menetapkan cicilan KPR per bulan tidak boleh melebihi 30 persen dari penghasilan setiap bulan.
Anda bisa menyiasatinya dengan membesarkan pembayaran uang muka di awal. Biasanya dengan membayar DP lebih besar otomatis angsuran per bulan akan lebih ringan



Rumah123 DotCom - Property Rumah